Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Ada Vaksin Berbayar di Balikpapan, Dinkes Serahkan Kasus ke Polisi

- Apahabar.com     Rabu, 15 September 2021 - 16:53 WITA

Ada Vaksin Berbayar di Balikpapan, Dinkes Serahkan Kasus ke Polisi

Ilustrasi vaksinasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menemukan penjualan vaksin sebesar Rp 315 ribu untuk satu dosis.

Temuan tersebut didapat dari laporan masyarakat yang melampirkan bukti lengkap, baik penawaran maupun rekaman video.

Kepala Dinkes Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan oknum tersebut menawarkan kepada calon peserta vaksin yang akan mengikuti vaksinasi di BSCC Dome Rabu (15/9) hari ini.

“Jadi tadi malam kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa dalam rangka vaksinasi Muhammadiyah hari ini di Dome, ada tanda petik penjualan penawaran vaksin dengan harga Rp 315 ribu,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Dio ini mengatakan sebelumnya memang ada laporan soal pemungutan biaya operasional di beberapa kegiatan vaksinasi sebesar Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Namun biaya tersebut digunakan untuk membeli kertas, tinta printer, hingga operasional panitia.

“Sebenarnya beberapa kelompok yang lalu itu kami pahami ada yang Rp 20 ribu, Rp 50 ribu karena memang untuk biaya operasional perlu kertas, printer, dan mungkin operasional panitia, tapi tidak sampai harga Rp 315 ribu vaksinnya yang dijual. Ini tidak boleh. Seluruh vaksin itu gratis dari pemerintah pusat namanya vaksin program. Adapun vaksin berbayar ialah vaksin gotong royong itu pun yang membayar perusahaan ke PT Bio Farma bukan perorangan,” jelasnya.

Dio mengaku menyimpan bukti penawaran, formulir pendaftaran, hingga rekaman video penawaran tersebut dari seseorang. Namun setelah di konfirmasi, pihak Muhammadiyah membantah adanya keterlibatan panita. Ia menjamin hal tersebut bukan dari penyelenggara.

“Tetapi setelah kami klarifikasi dengan panitia Muhammadiyah tadi malam, jika ini ada terkait dengan panitia maka kami akan hentikan vaksin ini. Tetapi panitia menjamin bahwa panitia tidak terlibat dalam penjualan ini. Pihak Muhammadiyah sudah membuat video klarifikasi bahwa panitia tidak membebani masyarakat dengan biaya,” ungkapnya.

Dio menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar bisa diusut tuntas.

“Biarlah oknum ini biar diproses oleh yang berwajib,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Tapol Papua yang Ditahan di Kaltim
Penjual Sate

Kaltim

Ajak Tidur Istri Orang, Penjual Sate di Balikpapan Dihadiahi Balok Kayu
apahabar.com

Kaltim

Tuan Rumah Rakernas Forsesdasi: Momen Kenalkan Pariwisata Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Kunjungan Wisman ke Kaltim Capai 2.963 Orang
apahabar.com

Kaltim

Pandemi Covid-19, Penajam Bantu 2.378 Warga Terdampak
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Jadi DKI Jakarta Baru, Hadi Optimistis Pacu Pembangunan
Masjid

Kaltim

Besok Balikpapan Terapkan PPKM Darurat, Salat Jumat Ditiadakan
Covid-19 Kaltim

Kaltim

Covid-19 Kaltim Terus Turun, Pasien Jalani Perawatan Tersisa 999 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com