Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Antropolog Soal Isu Moge Lenyap dari Ading Basit: Publik Smart Silent!

- Apahabar.com     Kamis, 23 September 2021 - 18:00 WITA

Antropolog Soal Isu Moge Lenyap dari Ading Basit: Publik Smart Silent!

Sejumlah moge melintasi jembatan Alalak Baru mendadak viral di media sosial. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Antropolog asal Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nasrullah, turut merespons lenyapnya isu konvoi motor gede (moge) dari Ading Basit di jembatan Alalak.

Menurutnya, meskipun hanya terdengar suara perempuan dan penjaga portal, namun narasi Ading Basit memiliki konten lokal dengan adanya bahasa daerah.

“Meskipun hanya terdengar suara perempuan dan sosok penjaga portal, tapi memiliki konten lokal dengan adanya bahasa daerah,” ucap Nasrullah kepada apahabar.com, Kamis (23/9) siang.

Kedua, kata Nasrullah, narasi Ading Basit dilengkapi dengan kreatifitas warga berupa meme dan video singkat. Sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

“Meme ini mengandung kritik dan komedi,” jelasnya.

Alhasil, isu konvoi moge di jembatan Alalak teralihkan.

Namun sebenarnya, sambung dia, ini menjadi ujian bagi aparat kepolisian dan pihak terkait untuk menegakkan keadilan.

“Di mana semua pengendara memiliki hak dan kewajiban yang sama di jalan raya,” tegasnya.

Nasrullah bilang publik dalam situasi teralihkan ini sebenarnya memantau (smart silent) kesungguhan aparat untuk menindak pengguna moge di jembatan Alalak.

“Jadi ada dua. Pertama aku melihat antara moge dengan Ading Basit hanya sebagai isu yang teralihkan.”

“Kedua kalau kita membaca pandangan publik sebagai “pengalihan isu” karena asosiasi publik memiliki keterkaitan penguasa. Jadi isu moge sebenarnya tidak lepas begitu saja,” ungkapnya.

Dosen Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) Banjarmasin, Nasrullah. Foto-dok/apahabar.com

Pengalihan Isu Mencuat

Dosen Sosiologi dan Antropologi FKIP ULM ini tak berani menyebut jika viralnya Ading Basit hanya pengalihan isu semata.

“Aku kira pengalihan isu itu perlu pembuktian secara IT. Kapan video moge itu diposting dan kapan video Ading Basit itu diposting. Sayang aku tidak punya kemampuan IT. Sementara kita menggunakan isu moge teralihkan,” tandasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BNN Pusat Apresiasi BNNP Kalsel Gagalkan Transaksi Narkoba Dalam Sepekan
apahabar.com

Kalsel

Habar Haji 2019; Seorang Jemaah Asal Kalsel Dikabarkan Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

Operasi Antik Intan 2020, Polres HST Ungkap 13 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Polsek Rantau Badauh Pasang Spanduk “Ayo Pakai Masker” di Ruang Publik
apahabar.com

Kalsel

Serahkan Hewan 70 Ekor Hewan Kurban, Kapolda Kalsel: Semoga Diterima Warga yang Berhak
apahabar.com

Kalsel

Penambahan Tunjangan Guru Honor Ditelaah  
Istri Pertama Abah Guru Sekumpul

Kalsel

BREAKING! Ambulans Mendiang Istri Abah Guru Sekumpul Tiba di Ar-Raudhah
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Cerah Ceria Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com