KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru PLN Suplai Listrik untuk Kawasan Food Estate Kalteng Kasus Mutilasi Ibu Muda di Belda Banjarmasin Segera Disidangkan, Jaksa Pastikan Harry Tak Gila Asyik Belanja di Ramayana Banjarmasin, Pelaku Gendam ATM Dingkus Polisi Viral Perkelahian Massal di Siring Banjarmasin: 14 Remaja Diamankan, 1 Bocah SD

AS Hentikan Penerbangan ke Afghanistan karena Campak

- Apahabar.com     Sabtu, 11 September 2021 - 23:59 WITA

AS Hentikan Penerbangan ke Afghanistan karena Campak

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk sementara menghentikan penerbangan ke Afghanistan setelah ditemukan empat kasus campak.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat (10/9) mengatakan penangguhan penerbangan atas rekomendasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

“Mereka saat ini sedang dikarantina sesuai dengan pedoman kesehatan masyarakat dan CDC telah memulai pelacakan kontak,” kata Psaki dilansir Aljazirah, Sabtu (11/9).

Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat mematikan terutama pada anak-anak. Penyebaran campak telah melambat secara drastis selama beberapa dekade terakhir karena vaksinasi massal global. Psaki mengatakan semua warga Afghanistan yang tiba di Amerika Serikat diharuskan telah mendapatkan imunisasi wajib.

“Kami juga menjajaki langkah-langkah untuk melakukan vaksinasi saat mereka masih di luar negeri,” kata Psaki.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut berapa lama penangguhan penerbangan akan berlangsung. Ribuan warga Afghanistan di pangkalan militer Jerman, Qatar, Spanyol, dan tempat-tempat lain sedang menunggu untuk dipindahkan ke AS.

Washington mengatakan pihaknya melanjutkan upaya untuk membantu evakuasi warga Amerika dan warga Afghanistan yang mendapatkan visa khusus AS. Penerbangan kedua Qatar Airways berangkat dari Kabul pada Jumat. Sehari sebelumnya, sebuah pesawat meninggalkan Afghanistan dengan membawa 100 penumpang termasuk warga negara asing dan 19 warga negara AS.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne menerangkan dua warga AS dan 11 penduduk tetap yang sah atau lawful permanent residents (LPRs) meninggalkan Afghanistan melalui jalur darat pada Jumat. Horne mengatakan pihaknya tidak akan membeberkan operasi evakuasi warga AS melalui jalur darat karena alasan keamanan.

“Kami melanjutkan pekerjaan intensif untuk memfasilitasi transit yang aman bagi orang-orang ini dan warga AS lainnya, LPRs, dan warga Afghanistan yang telah bekerja untuk kami,” jelas Horne.

Evakuasi di Afghanistan Masih Terus Dilakukan

Dalam file foto 24 Agustus 2021 ini, yang disediakan oleh Korps Marinir AS, keluarga berjalan menuju penerbangan mereka selama evakuasi yang sedang berlangsung di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan.

Pada Kamis (9/9), Horne mengonfirmasi pihaknya telah berkoordinasi dengan Taliban untuk memfasilitasi keberangkatan penerbangan pertama. “Mereka telah menunjukkan fleksibilitas dan mereka telah beprofesional dalam upaya ini. Ini adalah langkah pertama yang positif,” kata Horne.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Antony Blinken meminta Taliban untuk memenuhi komitmennya dalam mengizinkan warga negara asing, pemegang visa, dan warga Afghanistan untuk bepergian ke luar negeri.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Ketahuan Selingkuh, WAGs Timnas Turki Ini Sewa Pembunuh Bayaran Rp 17M Demi Habisi Nyawa Suami
Lembah Panjshir

Internasional

Sengit, Pertempuran Taliban Vs Pasukan Opisisi di Lembah Panjshir Afganistan

Internasional

Nama Presiden Joko Widodo Diabadikan Jadi Nama Jalan di Uni Emirat Arab
apahabar.com

Internasional

Buku Diary Perang Dunia II Ungkap Letak Harta Karun Nazi Bernilai Miliaran Dolar

Internasional

Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Fukushima Jepang, Puluhan Orang Terluka
apahabar.com

Internasional

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin
apahabar.com

Internasional

Gempa Magnitude 7,1 di Turki Sebabkan Tsunami, Berdampak ke Indonesia?
apahabar.com

Internasional

Prancis dan Italia Diterjang Badai Mematikan: Ribuan Rumah Rusak, 2 Tewas, 30 Hilang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com