Pemukiman Warga Danau Rangas Palangka Raya Kini Jadi Daerah Banjir Terparah Duh, Petugas Dishub Palangka Raya Dipukul Gegara Tertibkan Jukir Liar Tugu Soekarno Azis Syamsuddin Tersangka Dugaan Suap Terancam Hukuman Hanya 5 Tahun Penjara Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Diduga Suap Mantan Penyidik KPK Rp 3,1 Miliar Bukti Cukup, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tersangka Suap

Bangkit, Pelaku UMKM Menaruh Asa Besar di Pundak Holding Ultra Mikro

- Apahabar.com     Rabu, 15 September 2021 - 22:16 WITA

Bangkit, Pelaku UMKM Menaruh Asa Besar di Pundak Holding Ultra Mikro

Pelaku UMKM menaruh asa besar di pundak Holding Ultra Mikro. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pelaku usaha UMKM menaruh asa besar di pundak Holding Ultra Mikro yang baru dibentuk Menteri BUMN Erick Thohir.

Pasalnya dengan adanya lembaga keuangan baru ini memberikan secercah harapan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan permodalan.

Dengan adanya Holding Ultra Mikro ini akan mempercepat bangkitnya UMKM di tengah pandemi dan akan mempercepat UMKM naik kelas sebagaimana yang menjadi harapan Presiden Joko Widodo.

Holding Ultra Mikro diperkuat 3 lembaga keuangan di bawah BUMN yakni BRI, Pegadaian dan PNM. Ketiganya diyakini akan saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultra mikro.

Harapannya sehingga UMKM di Indonesia yang mencapai 60 juta pelaku usaha dapat bangkit dan menggerakkan ekonomi akar rumput serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

“Jika UMKM sudah mulai bergeliat tentu akan mampu menyediakan lapangan pekerjaan karena memang selama ini sektor UMKM menyerap hampir 97% dari dari total angkatan kerja,sisanya 3% dari sector korporasi,” kata Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang dalam rilisnya kepada apahabar.com, Rabu (15/9) malam.

Menurutnya kehadiran lembaga ini sekaligus menjawab kesenjangan yang selama ini dirasakan pelaku UMKM, yang sangat sulit mendapatkan pinjaman modal terlebih dengan persyaratan yang tidak mampu dipenuhi pelaku UMKM.

Ia pun berharap kehadiran Holding Ultra Mikro ini agar segera disosialisasikan kepada seluruh pelaklu UMKM di Indonesia dan menawarkan skema pinjaman modal yang ramah bagi UMKM baik dari sisi kemudahan, persyaratan, jumlah dan suku bunga yang terjangkau.

Terlebih dalam kondisi pandemi ini, dikala pemerintah sudah memperluas kelonggaran pasti banyak pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal,tentu Hiolding Ultra Mikro ini menjadi tumpuan bagi UMKM.

“Dalam perjalanan ke depan kita mengusulkan juga agar Holding ini juga memiliki program peningkatan SDM pelaku UMKM dengan berbagai pelatihan yang dibutuhkan seperti pelatihan managemen pengelolaan usaha,pembukuan atau pelaporan keuangan,strategi pemasaran,packaging atau desain,pemanfaatan teknologi ITdan HAKI yang selama ini menjadi kelemahan UMKM,” paparnya.

Termasuk pula lanjut dia, memfasilitasi adanya Pekan Raya UMKM yang memamerkan berbagai produk UMKM dari seluruh Indonesia untuk dipromosikan kepada masyarakat luas dan mancanegara.

Terlebih Kementerian BUMN juga sudah membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memasok berbagai produknya kesemua BUMN melaui program Pasar Digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PADi UMKM) sehingga lebih optimal mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja perusahaan-perusahaan plat merah pada UMKM.

“Dengan adanya pangsa pasar melalui plafon PADi UMKM dan permodalan melaui Holding UIltra Mikro akan mempercepat produktivitas pelaku UMKM untuk bangkit mewarnai aktivitas ekonomi Indonesia. UKM bangkit ekonomi terungkit,” pungkas Sarman.

Sebelumnya pembentukan Holding Ultra Mikro telah mendapat persetujuan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada 5 Februari 2021, Ketua Komite Privatisasi pada 17 Februari 2021, dukungan dari parlemen yakni Komisi XI dan Komisi VI DPR RI pada 16 Maret & 18 Maret 2021, dan telah diikuti dengan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) No 73/2021 tentang Penyertaan Modal Negara (PMN) BRI tanggal 2 Juli 2021.

Holding juga didukung pula dengan Keputusan Menteri Keuangan tentang nilai PMN BRI pada 16 Juli 2021, persetujuan dari RUPS-LB BRI pada 22 Juli 2021, serta persetujuan OJK Bank serta OJK Pasar Modal pada 24 Agustus & 30 Agustus 2021.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sempat Rp 60 Ribu, Harga Bawang di Banjarmasin Turun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Hipmikindo Kalsel Dorong UMKM Lewat Wawasan Kebangsaan
apahabar.com

Ekbis

Pertama di Indonesia, Halal Center Ada di…
Bjb

Ekbis

Uang Elektronik Jadi Kebutuhan, Bjb DigiCash Jawabannya
apahabar.com

Ekbis

Naik Rp1.000 Usai Lebaran, Harga Emas Antam Jadi Rp917.000 per Gram
Obligasi

Ekbis

Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Berpotensi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Semester Pertama 2019, City Car Ini Paling Diminati di Kalselteng
Rupiah

Ekbis

Tertekan Notulen The Fed, Rupiah Diprediksi Melemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com