Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang OTT KPK di Amuntai HSU, Satgas Pinjam Ruang Polres Operasi Senyap KPK di Amuntai HSU, Polda Belum Pastikan

Banjir Melanda, Bang Dhin: Jangan Dianggap Biasa-Biasa Saja

- Apahabar.com     Senin, 6 September 2021 - 10:54 WITA

Banjir Melanda, Bang Dhin: Jangan Dianggap Biasa-Biasa Saja

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin, saat meninjau banjir di Kusan Hulu, Tanah Bumbu. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut sejak beberapa hari terakhir terjadi banjir dan sampai sekarang belum surut.

Ribuan rumah terendam dengan ketinggian banjir mencapai 1 hingga 1,5 meter. Seperti yang diketahui dua kabupaten ini merupakan daerah langganan banjir apabila musim penghujan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin, mengatakan bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan bencana pada saat tanggap darurat juga merupakan kunci keberhasilan dalam penanggulangan bencana untuk diminimalkan jumlah korban.

Menyediakan kebutuhan dasar untuk jangka waktu sementara dan memastikan bahwa infrastruktur yang tersedia dapat dioperasikan dalam rangka mendukung kegiatan darurat.

“Jangan mentang-mentang sudah biasa banjir akhirnya dianggap biasa-biasa saja, sikap seperti itu jangan dibiasakan, harusnya belajar dari pengalaman bagaimana early warning system dibangun, dan bagaimana penanganan darurat banjir jika terjadi,” papar Bang Dhin sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Kalsel ini.

Sistem peringatan dini (early warning system) adalah mempelajari kapabilitas (kemampuan) yang tersedia dan juga infrastruktur yang mampu disediakan untuk sistem dan kesenjangan apa yang perlu diisi dengan kapabilitas dan infrastruktur baru.

Setiap sistem peringatan dini adalah bersifat unik untuk suatu daerah tertentu dan perlu beradaptasi dengan kondisi lokal.

Sedangkan sistem penanganan darurat dimaksudkan untuk pengaturan serangkaian kegiatan meliputi penyelamatan dan evakuasi korban/harta, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan pengungsi dan pemulihan sarana dan prasarana yang harus dilakukan segera pada saat kejadian bencana banjir melanda.

“Koordinasi dan komunikasi adalah inti kekuatan, bentuk sebuah SOP, institusi mana saja yang terlibat baik sebelum, sedang atau sesudah banjir. Semuanya harus tersistem. Pasca banjir juga perlu diperhatikan, bagaimana dampak banjir itu harus ditanggulangi dengan baik. Hitung dengan benar kerugian yang dialami, baik dari segi psikis maupun fisik kemudian lakukan tindakan-tindakan penanggulangan,” jelas Bang Dhin.

Banjir membawa banyak kerugian untuk manusia seperti kehilangan harta benda, hingga yang paling parah adalah korban jiwa. Tak hanya manusia, lingkungan juga terkena dampaknya seperti adanya kerusakan pohon, fisik jalan raya, bangunan, jembatan, sistem selokan hingga kanal.

Dampak lain adalah terjadinya masalah kesehatan yang terjadi akibat air kotor, seperti wabah penyakit dan menyerang masyarakat terutama lansia maupun anak-anak.

Selain itu terjadi kesulitan untuk menyediakan persediaan air bersih, karena ketersediaan yang langka dan sudah terkontaminasi. Sementara untuk daerah pertanian sendiri juga membawa kerugian seperti gagal panen. Terjadinya kerusakan spesies yang mati.

“Sekali lagi, pemerintah daerah masing-masing harus cepat tanggap. Jangan sampai tanggap setelah diramaikan media. Kemudian main salah-salahan. Harusnya cari masalah dan atasi masalah,” pungkas Bang Dhin.

Berdasarkan pantauan BMKG hingga akhir Agustus 2021, perkembangan musim kemarau tahun 2021 menunjukkan bahwa 85,1 persen wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau.

Namun demikian, masih ada hujan dan beberapa wilayah justru sudah mengawali musim hujan, di antaranya sebagian Sumatera bagian tengah, sebagian Jawa tengah, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua bagian timur.

BMKG memperingatkan terjadinya hujan badai hingga berpotensi memicu bencana banjir pada sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor juga merilis prakiraan cuaca untuk Kalimantan Selatan yang sebagian terjadi hujan petir yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Hari ini Positif Covid-19 Tanbu Bertambah 4 Orang
Covid-19 Tanbu

Kalsel

Covid-19 Tanbu Tembus 1.435 Kasus, Ini Kecamatan Penyumbang Terbanyak
Kodim 1022/Tanbu

Tanah Bumbu

Kodim 1022/Tanbu Gelar Binsiap Apwil dan Puanter untuk Tingkatkan Kemampuan Babinsa
penyemprotan disinfektan

Tanah Bumbu

Cegah Persebaran Covid-19, Kodim dan Sejumlah Instansi di Tanbu Semprotkan Disinfektan
Batulicin

Tanah Bumbu

Geger! Pria 42 Tahun di Batulicin Tewas Gantung Diri
Kapolres Tanah Bumbu

Tanah Bumbu

Kapolres Tanah Bumbu Cek Kesiapan Sarana dan Prasarana Pengamanan Pilkada Serentak 2020
DPC PDIP

Tanah Bumbu

HUT PDIP ke 48, DPC PDIP Tanah Bumbu Bagikan 25 Nasi Tumpeng
PPKM Level IV Tanbu

Tanah Bumbu

Kapolres Tanbu Kembali Imbau Aturan Penerapan PPKM Level IV, Simak Penjelasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com