Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Bawa Isu Dugaan Pencemaran Limbah Perusahaan, Ratusan Nelayan Kotabaru Geruduk PT SDO

- Apahabar.com     Kamis, 9 September 2021 - 12:47 WITA

Bawa Isu Dugaan Pencemaran Limbah Perusahaan, Ratusan Nelayan Kotabaru Geruduk PT SDO

Ratusan nelayan Pulau Laut Kotabaru, menggelar aksi damai atas dugaan pencemaran lingkungan oleh PT SDO. (Foto : Masduki).

apahabar.com, KOTABARU – Membawa isu dugaan pencemaran limbah, ratusan nelayan di Pulau Laut Kotabaru menggelar aksi damai di PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery (SDO).

Pantauan apahabar.com, gabungan nelayan ini memulai aksinya dengan berkumpul di Taman Saijaan, pusat Kotabaru, Kamis (9/9).

Massa lantas bergerak menuju PT SDO di kawasan Jl Raya Stagen, Desa Sungai Taib, Pulau Laut Utara.

Mereka mengendarai dua unit pikap dan kendaraan roda dua membawa spanduk bertuliskan sejumlah keluhan dan tuntutan.

Tiba di pintu masuk SDO, massa harus terhenti karena diadang puluhan petugas satuan pengamanan (Satpam) perusahaan.

Di lapangan, tampak pula hadir aparat kepolisan melakukan pengaman aksi damai tersebut.

Di situ, orasi mulai disuarakan. Sejumlah tuntuntan massa disampaikan lantang oleh koordinator aksi, Hurdiyandi, atau sering di sapa Bang Tungku.

Selain menuding dugaan adanya pencemaran lingkungan limbah oleh PT SDO yang berdampak pada menurunnya pendapatan hasil tangkap nelayan, Tungku juga meminta agar aparat kepolisian dan pemerintah daerah tidak tinggal diam.

“Kami nelayan Kotabaru meminta agar aparat kepolisian dan pemerintah daerah tidak tinggal diam menyikapi isu dugaan pencemaran lingkungan ini,” tegas Tungku.

Tungku juga meminta perusahaan dapat menunjukkan bukti akurat jika benar tidak ada pencemaran lingkungan di perairan sekitar perusahaan.

Dia menyampaikan jika perusahaan benar-benar tidak melakukan pencemaran seperti yang dituduhkan, perwakilan nelayan meminta diizinkan agar bisa mengambil sample air di sekitar SDO.

“Kami meminta juga minta izin, hari Sabtu besok, untuk bisa mengambil sample langsung di sekitar perusahaan, untuk dibawa ke laboratorium Banjarbaru,” ucapnya.

Menanggapi itu, Humas PT SDO, Kusdaryanto, menanggapi tuntutan masyarakat dengan positif. Selanjutnya, dia akan menyampaikan aspirasi itu ke pihak management PT SDO.

“Kami akan sampaikan beberapa tuntutan nelayan hari ini ke management,” ujar Kusdaryanto, dijumpai apahabar.com, sesaat usai aksi.

Berkenaan dengan permintaan ihwal pengambilan sampel, Kusdaryanto juga memberikan ruang terbuka untuk nelayan.

“Soal mau ambil sample silahkan saja,” katanya.

Sebab menurutnya, PT SDO telah melakukan pengelolaan limbah dengan baik.

Pengambilan sample juga secara rutin telah dilakukan perusahaan bekerja sama dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru.

“Hasil lab-nya baik-baik saja,” ujarnya.

Mendapatkan jawaban itu, massa akhirnya sepakat akan melakukan pengambilan sampel dalam waktu dekat bersama pihak terkait. Mereka pun membubarkan diri.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kota Baru

Sambut HUT RI ke-76, Lanal Kotabaru Gelar Serbuan Donor Plasma Konvaselen-Darah
Sekolah

Kalsel

Resmi! Sekolah Tatap Muka di Kotabaru Ditunda, Simak Alasannya
Update Covid-19

Kota Baru

Update Covid-19 Kotabaru: 26 Sembuh, dan 2 Positif
apahabar.com

Kota Baru

Masih Zona Merah Covid-19, Posko Perbatasan Kotabaru Diaktifkan
lapas Kotabaru

Kota Baru

Kanwil Turun Tangan, Kalapas Kotabaru Dites Urine
Corona

Kota Baru

Kabar Baik, Hari ini 3 Pasien Corona Sembuh di Kotabaru
Buaya

Kota Baru

Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan
apahabar.com

Kota Baru

Tingkatkan Kompetensi Tim Balakar di Desa Binaan, Indocement Gelar Pelatihan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com