Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Bikin Gaduh, PKS Cabut Anjuran Poligami dengan Janda

- Apahabar.com     Kamis, 30 September 2021 - 20:07 WITA

Bikin Gaduh, PKS Cabut Anjuran Poligami dengan Janda

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dewan Syariah Pusat (DSP) Partai Keadilan Sosial (PKS) telah mencabut aturan Partai yang mempersilakan kadernya melakukan poligami bagi kader-kader yang mampu.

Diketahui, aturan yang dicabut itu yakni Tazkirah Nomor 12 Tentang Solidaritas Terdampak Pandemi. Salah satu poinnya anjuran berpoligami bagi anggota PKS laki-laki yang telah mampu dan siap beristri lebih dari satu.

“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut. Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia.” kata Surahman dalam keterangan resminya, Senin (30/8).

Surahman mengatakan pembatalan aturan itu dibuat dalam rangka mewujudkan prinsip tata kelola partai yang transparan, akuntabel, dan responsif.

Ia mengatakan PKS sedang berfokus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, terutama anak-anak yatim. Pihaknya mengklaim sangat terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak di masyarakat.

“Perhatian utama kami adalah membantu meringankan kesulitan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi.” ujarnya

Sebelumnya, PKS mencanangkan program solidaritas tiga pihak yang mempersilakan kadernya melakukan poligami yang mampu secara ekonomi. Namun, syaratnya tetap harus mengutamakan janda.

Namun komunitas yang mengatasnamakan #SaveJanda mengecam program tersebut karena dinilai hanya akan memperburuk stigma janda.

Founder Komunitas #SaveJanda Mutiara Proehoeman mengatakan program tersebut justru sangat merendahkan perempuan yang berstatus janda.

“Sebagai partai politik, seharusnya PKS lebih peka terhadap beban berlapis yang dialami perempuan berstatus janda di Indonesia akibat stigma negatif terhadap mereka,” ujar Mutiara dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9).

“Narasi-narasi misoginis seperti imbauan kader untuk berpoligami dengan janda ini hanya memperburuk stigma tersebut,” kata dia menambahkan.

Mutiara meminta agar semua pihak berhenti memposisikan perempuan sebagai objek. Ia menekankan, pernikahan bukan sebuah hadiah, apalagi pertolongan bagi perempuan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral Soal Ujian SD Singgung Nabi Muhammad
apahabar.com

Nasional

Cat Isi Narkoba Hendak Diselundupkan ke Lapas Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 8.607 Positif, 1.042 Sembuh
apahabar.com

Nasional

BST Cair Lagi, Rp300 Ribu Masuk Kantong
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Wamena Siap Kembali Jika Aman

Nasional

Duh! 80 Juta Anak Indonesia Terdampak Pandemi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Belum Valid, Unair Siap Sempurnakan Uji Klinis Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Anggota Panja DPR Pastikan Tidak Ada Substansi UU Cipta Kerja yang Berubah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com