Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU

- Apahabar.com     Rabu, 22 September 2021 - 15:30 WITA

KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU

Tim KPK membawa keluar sejumlah koper dari rumah Ahok di Jalan Kuripan Kecamatan Amuntai Tengah. Dan kantor Dinas PUPRP HSU dalam penggeledahan pada Selasa (22/9). apahabar.com/Al-Amin

apahabar.com, BANJARMASIN – KPK selesai melakukan penggeledahan di Hulu Sungai Utara (HSU). Kemarin, Selasa (21/9) tim penyidik telah beranjak dari Kota Bertakwa.

Pada Senin (20/9) Tim KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi di HSU. Pertama di rumah tersangka MRH (Marhaini), Jalan Abdul Hamidan Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah HSU. Kedua rumah tersangka FH (Fachriadi) alias Ahok, Jalan Kuripan Kecamatan Amuntai Tengah. Dan kantor Dinas PUPRP HSU.

“Senin tim penyidik melaksanakan penggeledahan di tiga lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi media ini, Rabu (22/9).

Bergeser ke Selasa (21/9) tim penyidik KPK kembali menggeledah dua lokasi berbeda. Pertama di kantor Bupati Hulu Sungai Utara, Abdul Wahid. Dan kedua, rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara di Desa Kota Raja Kecamatan Amuntai Selatan.

Hasilnya dari penggeledahan tersebut tim penyidik KPK mengamankan sejumlah barang bukti,  di antaranya dokumen, sejumlah uang dan barang elektronik.

“Untuk bukti-bukti yang ditemukan tersebut, akan diverifikasi untuk mengetahui lebih jauh keterkaitannya dengan para tersangka dan akan segera dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara dimaksud,” pungkas Ali Fikri.

Lantas, siapakah pihak terkait yang berperkara di Desa Kota Raja Kecamatan Amuntai Selatan. Penelusuran apahabar.com, rumah pihak yang berperkara di sana adalah KI.

KI merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Dinas PU HSU. KI merupakan satu dari tujuh orang diamankan pada Rabu (15/9) malam. Selain KI, Abdul Wahid juga diketahui memiliki rumah pribadi di Kota Raja.

Sebagai pengingat, tujuh orang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Amuntai. Utamanya, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, HSU, Maliki dan dua kontraktor FH dan MRH.

“MRH, Direktur CV Hana Mas, FH Direktur CV Kalpataru, KL selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Dinas PU HSU, kemudian LI selaku mantan ajudan bupati HSU, MB kepala seksi di dinas PU HSU, dan MJ orang kepercayaan MRH dan FH,” ujar Komisioner KPK, Alexander Marwata, dalam jumpa pers, Kamis (16/9) malam.

Dari OTT itu, KPK mengamankan uang senilai Rp345 juta di kediaman Maliki. Uang itu diduga kuat hasil pemberian MRH dan FH dalam perkara commitment fee 15 persen pada proyek daerah irigasi rawa (DIR) Bajang dan Kayakah.

Dilengkapi oleh Al-Amin

BREAKING! KPK Geledah Ruang Kerja Bupati HSU Abdul Wahid

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca Magang, Mahasiswa Diharapkan Jadi Duta Bawaslu
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 7 September 2020, Tambah 77 Orang Positif Bukan dari Banjarmasin

Kalsel

Dosen ULM: Tingkat Literasi di Tanah Bumbu Mengkhawatirkan
apahabar.com

Kalsel

Gelar Salat Ied, Masjid di Banjarmasin Padamkan Lampu
apahabar.com

Kalsel

Bundaran Padang Batung Siap Dibangun
ORARI

Kalsel

M Zikri Dipercaya Jabat Ketua ORARI Lokal HSS
Kebakaran

Kalsel

Si Jago Merah Berkobar di Kambitin Tabalong, 2 Rumah Ludes Terbakar
Segera Diadili, Eks KPU Banjarmasin Masih Mengelak Cabuli Siswa

Kalsel

Segera Diadili, Eks KPU Banjarmasin Masih Mengelak Cabuli Siswa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com