Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang

- Apahabar.com     Minggu, 19 September 2021 - 15:04 WITA

BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang

KPK menggeledah rumah dinas Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid HK, Minggu (19/9). Foto: Istimewa

apahabar.com, AMUNTAI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid HK, Minggu (19/9) siang.

Dari informasi dihimpun apahabar.com, penggeledahan dilakukan sejumlah anggota KPK dan dibantu pengamanan oleh anggota kepolisian.

Rumahnya Digeledah KPK, Bupati HSU Abdul Wahid Menghilang

 

Akses warga untuk melihat ke dalam rumah saat ini ditutup dengan spanduk panjang di dalam pagar dan dijaga ketat anggota Polres HSU.

Sementara terlihat dua unit mobil di dalam disertai mobil aparat Polres HSU.

Sedangkan di luar terlihat ada dua mobil dinas Polres HSU.

“5 mobil KPK, 2 mobil polres. Total 7 unit armada,” ujar sumber apahabar.com di lokasi kejadian.

Sampai berita ini ditayangkan, penggeledahan masih berlangsung. Yang pasti, penggeledahan buntut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu (15/9) malam.

Dari OTT itu, KPK mengamankan Plt Kepala Dinas PU, Maliki (MK) dan dua kontraktor, Marhaini (MH), dan Fachriadi (FH). Selain ketiganya, KPK juga menyita Rp345 juta. Uang ini diduga kuat hasil suap ke Maliki atas proyek rehabilitasi di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Banjang dan Kayakah.

Konstruksi Kasus

KPK Obok-Obok Rumah Bupati HSU, Kapolres Angkat Suara

Dinas PU HSU merencanakan lelang dua proyek irigasi, yaitu rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Kayakah, Amuntai Selatan dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp1,9 miliar. Dan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Karias, Amuntai Tengah senilai Rp1,9 miliar.

Sebelum lelang ditayangkan di LPSE, MK diduga telah lebih dulu memberikan persyaratan lelang kepada MRH dan FH sebagai calon pemenang proyek irigasi dengan kesepakatan memberikan sejumlah komitmen fee sebesar 15 persen.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sabu

Kalsel

Fakta Baru! Pelaku Pemukulan Istri di Tanbu Ternyata Juga Budak Sabu
RSUD Datu Sanggul

Kalsel

RSUD Datu Sanggul Rantau Sementara Tak Layani PCR Mandiri, Begini Alasannya
apahabar.com

Kalsel

LKPJ 2018, Kalsel Kian Pede Tanpa Bantuan Pusat
apahabar.com

Kalsel

Gandeng Bid Dokkes Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin Gelar Rapid Test Personel
Kebakaran Ruko Cendrawasih

Banjarmasin

Kebakaran Ruko di Cendrawasih Banjarmasin: 1 Wanita Dilarikan ke RS
apahabar.com

Kalsel

Rapid Test di DPRD Batola, 2 Orang Reaktif
apahabar.com

Kalsel

Prakiraan Cuaca Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Bawa Gerbong Nahdliyin, Mampukah Abdul Haris Makkie Geser Incumbent?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com