Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang Dear KPK! Jangan Sia-siakan Pengorbanan Kades Aisyah Kotabaru Anies Baswedan untuk Presiden 2024 Mulai Bergaung di Kalsel Diterjang Banjir Rob, Pemukiman Warga Pesisir Pantai Tala Porak Poranda

BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang

Saat awal dimulainya proses lelang untuk proyek rehabilitasi jaringan irigasi DIR Kayakah, ada delapan perusahaan yang
- Apahabar.com     Minggu, 19 September 2021 - 15:04 WITA

BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang

KPK menggeledah rumah dinas Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid HK, Minggu (19/9). Foto: Istimewa

Saat awal dimulainya proses lelang untuk proyek rehabilitasi jaringan irigasi DIR Kayakah, ada delapan perusahaan yang mendaftar.

“Namun, hanya ada satu yang mengajukan penawaran, yaitu CV Hana Mas milik MRH,” ungkap Komisioner KPK, Alexander Marwata.

Sementara itu, lelang rehabilitasi jaringan irigasi DIR Banjang, Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang, ada 12 perusahaan yang mendaftar.

Royalnya Marhaini, Penyuap Plt Kadis PU HSU yang Terjaring OTT KPK di Amuntai

Namun hanya dua yang mengajukan penawaran, di antaranya CV Kalpataru milik FH dan CV Gemilang RZ.

Saat penetapan pemenang lelang untuk proyek rehabilitasi jaringan irigasi DIR Kayakah, dimenangkan oleh CV Hana Mas milik MRH. Nilai kontraknya Rp1,9 miliar.

Sementara untuk proyek rehabilitasi jaringan Irigasi DIR Banjang, dimenangkan oleh CV Kalpataru milik FH. Nilai kontraknya Rp1,9 miliar.

Setelah semua administrasi kontrak pekerjaan selesai, lalu diterbitkan surat perintah membayar pencairan uang muka.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kemudian menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk pencairan uang CV Hana Mas dan CV Kalpataru yang dilakukan oleh MJ sebagai orang kepercayaan MH dan FH.

“Sebagian pencairan uang tersebut selanjutnya diduga diberikan kepada MK yang diserahkan oleh MJ sejumlah Rp170 juta dan 175 juta dalam bentuk tunai,” ungkapnya.

Adapun sebagai pemberi, MRH dan FH disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) Huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 KUHP.

Tersangka MK selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 KUHP jo. Pasal 65 KUHP.

Dilengkapi oleh Syahbani dan Hendry Rusadi

OTT KPK di Kalsel Jangan Hanya Berhenti di Maliki Cs

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Total Sembuh Covid-19 di Kalsel 323 Orang, Tanbu Penyumbang Terbanyak
apahabar.com

Kalsel

Resmi Jabat Ketum FMI Kalsel, Bang Dhin Siap Eksplor Destinasi Alam Banua
apahabar.com

Kalsel

SMAN 1 Juai Balangan Laksanakan Kegiatan PLS dan PSB untuk Siswa Baru
apahabar.com

Kalsel

Tes SKD CPNS Tanbu Dimulai 8 Februari
apahabar.com

Kalsel

Bupati Kotabaru Sanksi Kepala BKPPD Jika Terbukti Salah
apahabar.com

Hukum

Sering Beraksi di 3 Lokasi Berbeda, Spesialis Pencuri Sepeda Martapura Tertangkap di Masjid Al Karomah
apahabar.com

Kalsel

Lawatan ke Banjarmasin, Ketua DMI Anjurkan Salat Jumat di Musala Jika..
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap, Pemprov Kalsel Bakal Salurkan Dana Desa Tahap Terakhir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com