Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Buka-bukaan Wali Kota Banjarbaru Pejabatnya Kunker Massal Saat PPKM Level IV

- Apahabar.com     Rabu, 29 September 2021 - 20:26 WITA

Buka-bukaan Wali Kota Banjarbaru Pejabatnya Kunker Massal Saat PPKM Level IV

Wali Kota Aditya Mufti Ariffin bertolak ke Surabaya untuk menjajaki peluang kerja sama pembangunan pabrik oksigen. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARBARU – Di saat pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV, sejumlah pejabat di Pemerintah Kota Banjarbaru melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah. Tak hanya kepala daerah, kepala dinas, sejumlah pejabat di level kecamatan juga melakukan kunker di waktu bersamaan.

Dikonfirmasi apahabar.com, Wali Kota M Aditya Mufti Ariffin tak menampik hal tersebut. Ia membeberkan alasannya melakukan kunker ke Surabaya.

“Jadi acara ulun [saya] ke Surabaya berkaitan rencana pembangunan liquid concentrat oxygen atau pembuatan oksigen cair, yang mana selama ini untuk bahan baku oksigen ini didatangkan dari luar Kalsel,” ujarnya, Rabu (29/09).

Oleh karenanya, Ovie -sapaan Aditya- memilih untuk mengomunikasikannya langsung dengan PT Samator di Surabaya untuk bekerja sama membangun pabrik oksigen cair.

“Berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu ketika Covid sedang naik, kita sempat krisis oksigen, sehingga kami untuk menjaga ketersediaan oksigen bekerja sama dengan Samator gas mencoba membangun pabrik membuat oksigen cair ini di Kalsel khususnya di Banjarbaru,” jelas Ovie.

Dalam kunker tersebut, Ovie juga membawa kepala Dinas Kesehatan, kepala BPKAD dan kepala BPPRD. Kunjungan dilakukan sejak Senin hingga Kamis esok.

Di saat yang bersamaan, sejumlah camat di lingkup Pemkot Banjarbaru rupanya juga melakukan kunjungan kerja. Hanya beda tujuan. Saat rombongan kepala daerah dan kepala dinas bertolak ke Surabaya, para camat tersebut mengunjungi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Dinas Kominfo Banjarbaru Iwan Hermawan menepis anggapan jika pihaknya melakukan kunjungan kerja secara massal. Menurutnya, itu hanya kebetulan saja. Waktu dan lokasinya pun berbeda.

Di NTB, Iwan mengatakan para camat belajar mengenai pelayanan publik berbasis teknologi informasi dan masalah inovasi daerah.

“Kunker camat ke NTB memang program kerja Diskominfo. Banjarbaru dan Kota Mataram [NTB] sama-sama masuk program 100 kabupaten kota smart city. Mereka melakukan komparasi di sana,” ujar Iwan dihubungi terpisah.

Lantas, sampai kapan para camat tersebut berada di NTB? Mereka akan menyelesaikan kunker tersebut juga pada Kamis esok. Mataram saat ini dinilai mampu menjadi salah satu kota di Indonesia yang nilai inovasinya sangat tinggi.

“Karena perlu diketahui nilai inovasi daerah di Kota Banjarbaru itu berdasarkan data yang kami terima nilainya sangat rendah untuk seluruh kabupaten kota se-Indonesia, karena itu kami mengomparasi dengan Kota Mataram. Sebab Banjarbaru sebenarnya sudah banyak inovasi yang dilakukan, tapi kenapa yang kita lakukan itu tidak ada nilainya, jadi kita ingin tahu lebih jauh terkait itu,” terangnya.

Lebih jauh, Iwan tak menampik jika keberangkatan kunker para camat berbarengan PPKM level IV sekalipun asesmen terbaru situasi Covid-19 di Banjarbaru sudah di level III.

“Hari kami berangkat itu berbarengan dengan pengumuman terbaru Banjarbaru sudah di level III, dan Mataram di level II,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya kata Iwan melakukan kunker sebab pemerintah daerah Mataram sudah mengizinkan mengingat PPKM di sana juga sudah turun level.

Yang mana, sebutnya kunker ke NTB itu sempat tertunda, hingga akhirnya baru terlaksana pada Senin (27/9) kemarin.

Pemerhati Kebijakan Publik Kalsel, Muhammad Pazri menyayangkan agenda kunker para pejabat Pemkot Banjarbaru tersebut di saat aktivitas masyarakat justru dibatasi oleh pemerintah.

“Sudah jelas ada pelarangan dan dikeluarkan oleh Pemkot Banjarbaru sendiri untuk tidak dinas dan kunjungan ke luar kota dan mengurangi mobilitas, pemerintah pusat juga sudah melarang,” ujar Pazri, Rabu malam.

Selain melanggar Instruksi Mendagri dan surat edaran yang dikeluarkan kepala daerah, kunker tersebut juga dianggap tak layak dilakukan di saat pemerintah membatasi aktivitas masyarakatnya sendiri.

“Masyarakat dilarang keluar kota saat PPKM, namun mereka malah ke luar kota, lucu jadinya. Lebih elok, jika anggaran perjalanan dinas dialihkan untuk kebutuhan sosial warganya. Itu lebih penting,” pungkas pria berlatar advokat ini.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

wartawan TVRI, Supian Susanto. Foto-apahabar.com/hasan

Banjarbaru

Belasan Wartawan di Banjarbaru Divaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Banjarbaru

Operasi Sikat Intan 2021, Polisi Bongkar Dua Sarang Miras di Banjarbaru
Preman Pelaku Pungli

Banjarbaru

Mantap! Polisi Sikat Puluhan Preman Pelaku Pungli di Banjarbaru
Ilustrasi. Foto-Istimewa

Banjarbaru

Banjir di Banjarbaru, DPRD: Periksa Bangunan Penghambat Sungai
PSK

Banjarbaru

Mangkal dengan Pakaian Minim, 5 PSK di Eks Lokalisasi Pembatuan Banjarbaru Ditangkap Satpol PP
Banjarbaru

Banjarbaru

Serbu Lapangan Murjani, Ratusan PKL Gelar Lapak Depan DPRD Banjarbaru
Vaksinasi Massal

Banjarbaru

Dear Warga Banjarbaru, Jangan Lupa Bawa Ini Untuk Vaksinasi Massal di Bapelkes Besok
Sinovac

Banjarbaru

Vaksinasi Besok, Dinkes Banjarbaru Hanya Serahkan Sinovac ke 11 Faskes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com