Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300 Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Resmikan Pabrik Bio Diesel di Tanah Bumbu, Jokowi Bakal Naik Helikopter Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin

Capaian Vaksinasi Dikritik, Dianggap Biang Kerok PPKM Level 4 Banjarmasin Diperpanjang

- Apahabar.com     Rabu, 22 September 2021 - 07:53 WITA

Capaian Vaksinasi Dikritik, Dianggap Biang Kerok PPKM Level 4 Banjarmasin Diperpanjang

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali kritik capaian vaksinasi Banjarmasin kurang dari 50 persen. Foto-Antara.

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali kaget Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang hingga 4 Oktober nanti.

Sebab, menurut dia, ketika rapat di Kementerian Kesehatan RI pada 12 September 2021 lalu dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi data penetapan level PPKM, Banjarmasin dinyatakan sudah level 3.

“Saya cukup kaget, karena pada tanggal 12 September itu ketika saya bersama Kadinkes datang mencocokkan data ke Kementerian RI, daerah kita dinyatakan sudah ada di level 3,” ujarnya seperti dilansir Antara, Selasa (21/9).

Politisi Golkar ini pun merasa heran terkait indikator apa yang menjadi dasar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menetapkan Banjarmasin masih berstatus PPKM level 4 tersebut.

Namun ia sadar bahwa salah satu indikator PPKM Level 4 yakni terkait capaian vaksinasi. Lantas, dia pun mengkritik capaian vaksinasi di Banjarmasin masih kurang.

“Menurut hemat saya, kita masih kurang dalam hal Testing dan capaian vaksinasi. Sampai sekarang memang vaksinasi di kita masih di bawah 50 persen, sehingga indikator ini mungkin menjadi pertimbangan pemerintah,” ujar Matnor.

Ke depan, dirinya meminta pemerintah kota Banjarmasin untuk tetap menyamakan data terkait kasus Covid-19. Hal ini agar pemerintah pusat mendapatkan data riil di daerah dalam menetapkan keputusan.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Dinkes Banjarmasin. Jika memang capaian vaksin menjadi indikator kita untuk menurunkan status PPKM. Maka kita minta ini semakin digencarkan,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya pemerintah pusat melalui Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyatakan, Kota Banjarmasin dan Banjarbaru di Kalsel masih masuk 10 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali yang tetap menerapkan PPKM level 4 dari 21 September hingga 4 Oktober 2021.

“PPKM Level 4 masih diberlakukan di 10 kabupaten/kota, karena terkait dengan aglomerasi, jumlah penduduk, maupun tingkat vaksinasi masih di bawah 50 persen,” ujar Airlangga, awal pekan tadi.

Terlepas dari itu,  sejak PPKM Level 4 diterapkan, kasus Covid-19 Banjarmasin dinilai turun. Berdasarkan data Dinkes Kalsel untuk kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin hingga 21 September 2021 ini, hanya bertambah sebanyak 22 kasus hingga kasus aktif Covid-19 hingga kini tinggal 285 kasus.

Sesuai data hingga kini kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin totalnya sudah sebanyak 15.711 orang terpapar Covid-19, namun sembuh sebanyak 14.917 orang dan 509 orang meninggal dunia.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

Hasil PSU Pilwali Banjarmasin di Luar Dugaan Ibnu-Ariffin, Kok Bisa?

Banjarmasin

Jelang PSU Pilwali Banjarmasin, LSM Pukol Kalsel Imbau Pemilih Taati Prokes
PPKM Level IV Banjarmasin

Banjarmasin

Nasib PPKM Level IV Banjarmasin Ditentukan Hari Ini, Ibnu Sina: Insya Allah Turun
Banjarmasin

Banjarmasin

Dievaluasi Hari Ini, PPKM Banjarmasin Turun Level?
Kodim 1007/Banjarmasin

Banjarmasin

Amankan Paskah, Puluhan Prajurit Kodim 1007/Banjarmasin Diterjunkan
Mayat Mengapung

Banjarmasin

BREAKING! Pagi Buta, Jasad Pria Mengapung Gegerkan Warga Sungai Lulut
THM

Banjarmasin

THM Beroperasi Malam Jumat, Wali Kota Banjarmasin Panggil Pengelola
Cabuli Anak

Banjarmasin

Diduga Cabuli Anak Kandung, Pria di Banjarmasin Utara Diringkus Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com