Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Cover Lagu Mahadang Ading, Primitive Monkey Noose Sowan ke Keluarga Fadly Zour

- Apahabar.com     Minggu, 26 September 2021 - 18:26 WITA

Cover Lagu Mahadang Ading, Primitive Monkey Noose Sowan ke Keluarga Fadly Zour

Primitive Monkey Noose berfoto bersama keponakan Fadly Zour, Dwi Erminasari. Foto-Puja Mandela/apahabar.com

apahabar.com, BATULICIN – Primitive Monkey Noose, band tradisional punk asal Batulicin, Kalimantan Selatan, segera merilis single berjudul “Mahadang Ading”.

Sebagai bentuk etika dan penghormatan, personel band yang terdiri dari Richie (vokal, guitalele), Juli (Drum), Denny (Bass), Ovecx (Gitar) dan B.C.L (Panting),
sowan ke rumah keluarga Fadly Zour di Pagatan, Tanah Bumbu.

Mereka datang untuk meminta izin mengcover lagu tersebut. Di sana, personel Primitive Monkey Noose yang dipimpin Richie Petroza bertemu dengan keponakan Fadly Zour, Dwi Erminasari. Ada pula Deddy Rahmat, vokalis Thefirst yang ikut mendampingi.

“Kami meminta izin kepada keluarga almarhum Fadly Zour untuk mengcover lagu ini,” kata Richie Petroza, musisi punk rock yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan swasta terbesar di Kalimantan Selatan, Minggu (26/9) sore.

Permintaan itu diterima oleh Dwi Erminasari yang mengizinkan lagu Mahadang Ading dicover oleh Primitive Monkey Noose.

“Alhamdulillah, sah!” ucap Richie.

Lagu Mahadang Ading biasanya identik dengan irama balada. Tapi di tangan Primitive Monkey Noose, lagu ini menjadi sebuah karya punk rock yang sangat bertenaga. Instrumen panting yang menghiasi beberapa part menambah nilai lebih dari lagu tersebut.

Richie menjelaskan alasan band-nya mengcover lagu Mahadang Ading. Dia menyebut karena lagu itu belum terlalu banyak dikenal masyarakat. Berbeda dengan lagu ciptaan Fadly Zour lainnya seperti “Pambatangan”. Dia juga merasa bangga karena lagu itu diciptakan oleh orang Tanah Bumbu.

Richie kemudian memperdengarkan lagu Mahadang Ading versinya kepada Dwi Erminasari.

“Dari aransemen musik sangat bagus. Ini genre yang tak asing di telinga anak muda. Dengan tambahan alat musik panting, nilai kedaerahannya begitu terasa, sehingga perpaduan musik punk rock dengan panting terdengar lebih menarik,” komentar Sari, sesaat setelah mendengarkan lagu tersebut.

Fadly Zour merupakan pencipta lagu kelahiran Kotabaru, 12 Desember 1939. Fadly Zour dikenal karena lagu Pambatangan yang sangat fenomenal bagi masyarakat Banjar.

Salah satu pengaruh terbesar Fadly Zour adalah Anang Ardiansyah. Semasa hidupnya, dia pernah mengaku sangat terinspirasi dari pencipta lagu Paris Barantai itu. Fadly Zour wafat pada usia 80 tahun pada 2019 lalu.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lagi, PDAM Bandarmasih ‘Siram’ Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19

Kalsel

Disbunnak Kalsel Fasilitasi Petani Karet di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Gegara Hp, Pengendara NMAX di Tarjun Kotabaru Tewas dengan Leher Patah
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Intip Peluang Sengketa di Pilkada Kalsel, Begini Penyelesaiannya
Lubang Tambang

Kalsel

Eks Lubang Tambang di Tapin Jebol, PT SKB Siap Tanggung Jawab
apahabar.com

Kalsel

Tingkat Korupsi Rendah, Sambang Lihum Raih WBK Rumah Sakit se-Kalsel

Kalsel

Gelar Sidak Pasca-Idulfitri, Plh Sekdakot Banjarmasin Akui Ada Pejabat Gelar Open House
HSU

Kalsel

Ssttt… Eks Ajudan Bupati HSU Kembali Dibawa KPK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com