OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Data Tenaga Kerja AS di Bawah Ekspektasi, Rupiah Menguat

- Apahabar.com     Senin, 6 September 2021 - 12:38 WITA

Data Tenaga Kerja AS di Bawah Ekspektasi, Rupiah Menguat

Ilustrasi - Rupiah dan dolar AS. Foto-Tempo/Tony Hartawan

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan bergerak menguat.

Penguatan rupiah seiring data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang di bawah ekspektasi.

Rupiah dibuka menguat 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 14.247 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.263 per dolar AS.

“Pada Jumat pekan lalu, data tenaga kerja AS, non farm payrolls, jauh di bawah ekspektasi pasar sehingga memberikan keraguan ke pasar soal waktu pelaksanaan kebijakan pengetatan moneter AS ke depan, baik tapering ataupun kenaikan suku bunga,” kata Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/9) dilansir Antara.

Menurut Ariston, keraguan tersebut telah mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. Ia menilai rupiah mungkin berpeluang menguat terhadap dolar AS dengan sentimen tersebut.

“Ditambah dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang terus membaik, juga membantu memberikan sentimen positif ke rupiah,” ujar Ariston.

Dari domestik, jumlah kasus harian Covid-19 pada Minggu (5/9) bertambah 5.403 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,13 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 392 kasus sehingga totalnya mencapai 135.861 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 10.191 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,84 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 155.519 kasus.

Terkait vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 66,78 juta orang dan vaksin dosis kedua 38,22 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp 14.200 per dolar AS hingga Rp 14.230 per dolar AS dengan potensi resisten Rp 14.300 per dolar AS.

Pada Jumat (3/9) kemarin, rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.263 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.273 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ini Tarif Baru Penerbangan Domestik Lion Air
apahabar.com

Ekbis

BI Dorong Geliat Ekonomi Pasca-pandemi Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Cegah Kehadiran Calo, PT DLU Sediakan Loket Pembelian Tiket Berbasis Mobile
apahabar.com

Ekbis

Mulai Mei, BNI Turunkan Bunga Tagihan Kartu Kredit Jadi 2 Persen
apahabar.com

Ekbis

Akhir Tahun, Toyota Avanza Diskon 15 Juta
apahabar.com

Ekbis

Merespons Sinyal Pemulihan Ekonomi Global, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Demo Rusuh di AS, Rupiah Menguat
Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Kembalinya Pasar ke Aset Safe Haven

Ekbis

Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Kembalinya Pasar ke Aset Safe Haven
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com