Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik! Heboh Narkoba ‘Prangko Dahsyat’ Banjarmasin, BNN Turun Tangan

Di Sela SU PBB, Indonesia Lobi Saudi Tinjau Ulang Kebijakan Vaksin Jemaah Umrah

- Apahabar.com     Rabu, 22 September 2021 - 12:45 WITA

Di Sela SU PBB, Indonesia Lobi Saudi Tinjau Ulang Kebijakan Vaksin Jemaah Umrah

Di sela Sidang Umum (SU) PBB, Indonesia lobi Saudi tinjau ulang kebijakan vaksin jemaah umrah. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Di sela Sidang Umum (SU) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, AS, Indonesia melakukan lobi ke Saudi Arabia terkait kebijakan vaksin yang dianggap memberatkan jemaah umrah.

Lobi itu dilakukan Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno Marsudi dengan menemui Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan. Retno mengaki meminta agar Saudi meninjau ulang kebijakannya terkait vaksin Covid-19 dan pelaksanaan ibadah umrah bagi calon jamaah Indonesia.

Dalam pertemuan yang dilakukan di sela-sela SU PBB di New York, AS, pada Selasa (21/9), Menlu Retno menjelaskan mengenai data situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah sangat menurun akhir-akhir ini.

“… dan mengharapkan kiranya data-data tersebut dapat digunakan oleh otoritas Arab Saudi untuk meninjau kembali kebijakan terkait vaksin, umrah, dan lain-lain,” kata Retno ketika menyampaikan pernyataan pers secara virtual dari New York dilansir Antara, Rabu (22/9).

Kepada Menlu Saudi, Menlu RI menekankan pentingnya emergency use listing (EUL) atau daftar vaksin Covid-19 yang diberikan izin penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan terkait vaksin.

Meskipun telah menghapus ketentuan karantina 14 hari di Saudi bagi calon jamaah umrah dari sejumlah negara dengan penularan Covid-19 yang tinggi seperti Indonesia, pelaksanaan umrah bagi WNI masih terkendala.

Sebagai pengganti dari penghapusan aturan tersebut, Saudi mengharuskan calon jamaah umrah yang telah mendapat dua dosis vaksin Covid-19 untuk mendapatkan suntikan penguat dari empat vaksin yang direkomendasi, yaitu AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Calon jamaah umrah juga diwajibkan melampirkan sertifikat vaksin. Indonesia yang mayoritas menggunakan vaksin Sinovac, harus melampirkan dua sertifikat, yaitu vaksin Sinovac dan vaksin penguat.

Kewajiban melampirkan sertifikat vaksin penguat ini dianggap memberatkan Indonesia. Dalam waktu dekat, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berencana mengunjungi Arab Saudi untuk melobi agar Indonesia bisa dilepaskan dari kewajiban mendapatkan satu dosis vaksin tambahan.

“Kami akan lobi, namanya juga ikhtiar, hasil tentu bukan tanggung jawab kita. Ikhtiar harus terus kita upayakan,” kata Menag Yaqut.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Eks Mensos Juliari Hadapi Sidang Vonis Bansos Besok
apahabar.com

Nasional

Caleg PKS yang Cabuli Anak Kandung Diciduk Usai Potong Rambut
apahabar.com

Nasional

Gerindra: Presiden Jokowi Telah Terima Konsep Pertahanan Prabowo
apahabar.com

Nasional

Cuaca Ekstrem Siap Terjang Indonesia, Begini Strategi BNPB
apahabar.com

Nasional

Edhy Prabowo Tersangkut Korupsi, Gerindra Minta Maaf kepada Presiden
apahabar.com

Nasional

Ledakan Terjadi di Monas Selasa Pagi
Joko Widodo

Nasional

Ini Harapan Jokowi di Tahun Baru Imlek
apahabar.com

Nasional

Pencatatan Meteran Listrik Dinilai Tak Seharusnya Manual
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com