Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Di Tengah Pandemi Covid-19, Harga Karet di Tabalong Stabil

- Apahabar.com     Minggu, 19 September 2021 - 10:18 WITA

Di Tengah Pandemi Covid-19, Harga Karet di Tabalong Stabil

Pengepul mendatangi para petani untuk membeli karet lump yang mereka sadap. Foto - apahabar.com/Muhammad Al-Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung reda kian membuat resah banyak orang. Kesulitan berusaha dan bekerja menjadi salah satu pangkalnya, namun tidak dengan para petani karet di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.

Para petani karet di Tabalongtidak terdampak dengan pandemi Covid-19 ini. Pasalnya, sejak pandemi ini harga karet lump justru stabil ditingkat pengepul.

Menurut mereka, pandemi Covid-19 tidak lantas membekukan aktivitasnya di bidang perkebunan.

Selama masa pandemi Covid-19 mereka justru semakin giat menyadap tanaman karet yang dimilikinya. Bagaimana tidak, harga karet saat ini di atas Rp10.000 per kilogramnya.

“Saat ini harga karet masih stabil diharga Rp10.000 lebih, ini menjadi berkah bagi para petani karet,” kata Ipah, warga Kecamatan Muara Harus.

Stabilnya harga karet lump ini sejak Maret 2020 lalu, saat itu harganya sekitar Rp8.000 sampai Rp9.000 per kilogramnya. Harganya terus merangkak naik dan sekarang mencapai Rp10.000 ribu lebih.

“Semoga harga bagus seperti sekarang terus bertahan, inginnya sih naik terus,” kata A Rizal Saputra, warga Desa Panaan, Bintang Ara.

Meski harga karet terbilang bagus, namun produksinya berkurang. Hal ini karena pohon karet sering sekali mengalami gugur daun.

“Musim yang tak menentu mungkin jadi penyebabnya. Kata orang kampung pohon karet juga ikut terpapar corona,” kata Rizal berkelakar.

“Dulu gugur daun ini hanya terjadi 1 tahun sekali, sekarang sebentar-sebentar gugur daun,” sambungnya.

Berkurangnya produksi juga karena saat ini sering turun hujan, sehingga petani tidak bisa menyadap di pagi hari.

Meski dari pendapatan tidak terlalu terdampak pandemi, namun untuk beraktivitas lainnya masyarakat di pedesaan juga merasakan dampaknya.

Masyarakat pedesaan juga diharuskan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan lainnya.

“Walaupun kita setiap hari beraktivitas di kebun, hendaknya juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19, memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan (3M),” ajak Rizal.

Meningkatnya perekonomian para petani karet di Tabalong bisa terlihat di pasar-pasar tradisional di daerah ini. Hampir di setiap pasar sekarang pengunjungnya ramai.

“Mengukur ekonomi warga di Tabalong meningkat sangatlah sederhana, bila pasar ramai berarti harga karet lumayan,” kata Loki S, warga di Kecamatan Jaro.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tabalong

Warga Bartim Kalteng Kebanjiran, UPBS Gabungan Selatan Tabalong Salurkan Bantuan
Rutan

Tabalong

Cegah Kebakaran, Petugas Rutan Tanjung Cek Instalasi Listrik di Kamar Napi
apahabar.com

Tabalong

Resepsi Pernikahan Putri Bupati Tabalong, Para Tamu Dicek Suhu Tubuh
Adaro

Tabalong

PT SIS Adaro Vs Buruh di Tabalong, Sorotan Internasional Cuma Berbalas Saran

Kalsel

Peserta Tes CPNS dan PPPK di Tabalong Gratis Swab Antigen, Simak Syaratnya
Tabalong

Tabalong

Isi Tuntutan Lengkap Demo Ribuan Karyawan PT SIS Buntut Polemik Libur Mayday

Tabalong

Dukung Program Revolusi Hijau, KPH Tabalong Bantu Seribu Bibit Pohon ke Desa Jirak

Tabalong

Lestarikan Kearifan Lokal, Warga Hapalah Tabalong Cari Ikan dengan Membandung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com