Braakk! Pemuda “Gaduk” Tubruk Bokong Truk di Kotabaru Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan

Dikritik Akibat Lintasi Jembatan Alalak, Berikut Sejarah HDCI di Indonesia

- Apahabar.com     Jumat, 24 September 2021 - 15:54 WITA

Dikritik Akibat Lintasi Jembatan Alalak, Berikut Sejarah HDCI di Indonesia

Rombongan HDCI Indonesia Rally 2021 bikin heboh, karena melintasi Jembatan Sungai Alalak yang belum diresmikan. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dikritik akibat melintasi Jembatan Sungai Alalak yang belum diresmikan, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) memiliki sejarah yang cukup panjang.

Dalam beberapa hari terakhir, komunitas motor gede alias moge bikinan Amerika Serikat itu mendapat sorotan negatif warga Kalimantan Selatan.

Penyebabnya mereka dapat melintasi Jembatan Sungai Alalak yang belum diresmikan, ketika masyarakat umum justru belum diperbolehkan menikmati fasilitas itu.

Rombongan yang melintas adalah peserta HDCI Indonesia Rally 2021. Mereka singgah di Banjarmasin, setelah melakukan perjalanan dari Makassar, Toraja, Lasusua, Kendari, Kolonobale, Poso, Palu dan Balikpapan.

Setibanya di Banjarmasin, mereka melanjutkan perjalanan menuju Sampit, Sandai, Singkawang dan finis di Pontianak.

Selain turing bersama, mereka juga membawa misi memperkenalkan wisata di daerah tujuan dan bakti sosial.

Mengambil jurnal yang diterbitkan Universitas Atma Jaya, Harley Davidson masuk ke Indonesia sejak 1920 yang dipelopori Belanda sebagai kendaraan operasional.

Tampilan Harley ini Davidson kemudian membuat banyak orang, terutama kalangan kelas atas, mulai jatuh cinta.

Imbasnya sejak awal 1950, sudah banyak Harley Davidson yang berseliweran di kota-kota besar, khususnya Jakarta.

Maklum sudah terdapat beberapa importir yang mendatangkan Harley Davidson dari beberapa negara, termasuk dari Amerika Serikat.

Bahkan di akhir 1964, Harley Davidson WLA Army menjadi kendaraan operasional Polisi Militer di matra Laut, Udara dan Darat.

Lantas sekitar 1958, bermunculan komunitas Harley Davidson di Bogor dan Bandung. Beberapa tahun berselang, berdiri Harley Davidson Club Djakarta (HCD) dan Harley Davidson Club Bandung (HCB).

Kedua komunitas itu disebut-sebut sebagai embrio HDCI yang resmi berdiri sejak 28 Mei 1990.

Orang-orang yang berada di belakang pendirian HDCI adalah A Sentani, Letjen TNI Dading Kalbuadi, Marsda TNI Ibnu Soebroto, Indrojojo Kusumo Negoro (Indro Warkop), dan Kolonel Polisi Pur Suherman.

Misi pembentukan organisasi ini antara lain membantu mengembangkan kegiatan hobi otomotif, mempromosikan pariwisata, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Periode pertama yang menjabat sebagai ketua umum HDCI adalah Ibnu Soebroto, dilanjutkan Hindarto, A Sentani hingga Letjen TNI (Purn) R Soeyono.

Selanjutnya Komjen (Purn) Nanan Soekarna yang menjadi ketua hingga 2021, sebelum digantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra.

Komunitas ini sebenarnya memiliki banyak sekali kegiatan positif mulai dari bantuan kepada korban banjir, gempa dan tsunami, dan beraneka kegiatan sosial lain.

Namun juga terselip sedikit kontroversi yang dilakukan oknum komunitas maupun pengendara perseorangan.

Salah satunya ketika sejumlah pengendara Harley Davidson, tertangkap kamera melaju di jalur busway di Jakarta.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Intip Pertolongan Pertama yang Benar untuk Korban Patukan King Kobra
apahabar.com

Gaya

Melahirkan di Tengah Pandemi, Simak Cara agar Bayi Tak Terinfeksi Virus Corona
apahabar.com

Gaya

Tak Ingin Terkena Covid-19? Ikuti 5 Langkah Ini
Karantina

Gaya

Penting! 7 Hal yang Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri
apahabar.com

Gaya

Cloud Bakal Jadi Tren Saat Penerapan Normal Baru
apahabar.com

Gaya

Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak Ala Rima Anjani
apahabar.com

Gaya

Dear Bunda, Ahli Gizi Ungkap Alasan Penting Anak 5-12 Tahun Wajib Bergerak Aktif
apahabar.com

Gaya

Tokocrypto Luncurkan Aplikasi Mobile untuk Android
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com