Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin Pak Jokowi! Siswa Peserta Vaksinasi Banjarmasin Tak Mau Sepeda Jokowi Tiba di Kalsel, Panggung Alalak Jadi Tontonan Warga BREAKING! Presiden Jokowi Tiba di Kalsel Jelang Peresmian, Jembatan Sei Alalak Belum Ditutup Total

Disiram Air Panas oleh Ayah Kandung, Bocah 9 Tahun di Balikpapan Lari Ketakutan

- Apahabar.com     Jumat, 17 September 2021 - 18:23 WITA

Disiram Air Panas oleh Ayah Kandung, Bocah 9 Tahun di Balikpapan Lari Ketakutan

Relawan Spansa saat melakukan evakuasi korban menuju Rumah Sakit pada Rabu lalu (15/9). Foto-istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Warga di salah satu perumahan di daerah Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan dibuat terkejut saat seorang bocah berusia 9 tahun berlari keluar rumah meminta pertolongan warga. Sebagian tubuhnya basah kuyup diduga usai disiram air panas oleh ayah kandungnya sendiri.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (15/9) sekira pukul 16.00 Wita. Warga yang melihat bocah itu menanyakan perihal mengapa dia lari dan meminta tolong. Bocah itu mengaku disiram air panas oleh ayahnya yang berinisial HN (40).

“Anak itu lari dari bawah, terus dia bilang ke tetangga saya dia minta dimandiin soalnya habis disiram air panas sama bapaknya. Dia cerita kalau nggak sengaja tumpahin minyak goreng bekas,” ujar tetangga korban saat dihubungi media ini pada Jumat (17/9).

Tetangga korban itu pun berinisiatif memandikan bocah tersebut. Kaget bukan kepalang, saat pakaiannya dibuka, luka melepuh terlihat dari bagian paha ke bawah. Setelah dimandikan warga anak tersebut pun dicari oleh HN, ia pun bersembunyi di dalam kamar.

“Nah anak itu sembunyi di dalam kamar, kedapatan sama bapaknya. Akhirnya diduga dipukul di dalam kamar. Di situ bapaknya teriak sama warga katanya nggak usah ikut campur karena anak ini bikin masalah besar. Nah warga nggak percaya, akhirnya anak itu diseret dari jalan atas ke rumah,” terang tetangga yang tak ingin dimediakan namanya tersebut.

HN pun kemudian menjemput istrinya yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dengan meninggalkan sang anak seorang diri di rumah. Mengetahui hal itu, warga yang tak tahan pun langsung membawa korban ke Puskesmas Sepinggan untuk mendapat perawatan. Setelah dibawa ke Puskesmas, warga melaporkan kejadian ke Polsek Balikpapan Selatan.

“Nah sayangnya bapaknya berhasil menyusul ke Puskesmas. Nah jadi anak ini diancam sama bapaknya waktu di Puskesmas disuruh bilang kalau anak ini tersiram sama bapaknya karena terpeleset. Nah, petugas saat itu percaya aja keterangan si anak. Jadi anak ini kembali dibawa pulang dengan alasan puskesmas sudah boleh dibawa pulang,” ujar tetangga korban tersebut.

Tetangga yang baru pulang kerja saat itu mengaku geram, ia pun mendatangi HN di rumahnya dan mencoba membujuk untuk membawa kembali korban ke rumah sakit untuk penanganan medis. Namun saat sampai di rumah korban, HN kebetulan pergi ke Puskesmas mengambil kembali motornya.

“Di situ saya ketemu ibunya dan dia bersaksi bahwa bapaknya bilang pulang dulu dek, anakmu kusiram air panas. Nah kusiram ini kan berarti dengan sengaja. Disitu kami mengambil kesimpulan kalau anak itu habis diancam,” tutur tetangga korban.

Dia pun menyarankan kepada ibu korban agar berani bersaksi atas kejadian ini di hadapan kepolisian. Tanpa ragu sang ibu mengiyakannya, sebab rupanya ia juga pernah menjadi korban kekerasan suaminya.

“Setelah saya bicara sama ibunya agar berani bersaksi karena mau kami bawa kasus ini ke polisi, ibu ini bersedia karena dia dulu sudah pernah visum karena dipukulin tapi hasil visumnya hilang,” ungkapnya.

Sayangnya saat korban mau dibawa ke Puskesmas, HN pun tiba di rumah. Ia tak mengijinkan warga membawa anaknya. Mawar pun mengatakan bahwa luka bakar yang dialami korban sudah sangat serius, sehingga harus cepat mendapat penanganan. Namun HN kekeuh tidak mengijinkan warga membawa korban.

“Nah saya bilang ke bapaknya ada ngancam anak ini nggak, dia nggak ngaku. Katanya dia nggak sengaja buang air panas di kamar mandi nggak lihat ada anaknya di dalam kamar mandi. Di situ keterangannya berubah-ubah, makanya saya bilang jangan bodohin saya. Dia malah ngancam kalau mau laporin nanti mau dibunuh,” bebernya.

Alhasil salah seorang warga berinisiatif melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan dan dinas terkait. Hingga akhirnya petugas dan dinas terkait datang ke rumah korban untuk membawanya ke rumah sakit.

“Lalu si bapak ini dimintai keterangan sama polisi. Nah selebihnya belum tahu perkembangannya seperti apa,” pungkas tetangga korban tersebut.

Dikonfirmasi kepada Kanit PPA Polresta Balikpapan, Ipda Iskandar membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan pada anak. Hanya saja ia belum mau berkomentar banyak lantaran masih proses penyelidikan.

“Iya, ini saya lagi di Rumah Sakit memantau anaknya. Kami masih dalam tahap pemeriksaan,” singkatnya.

Disiram Air Panas

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

KEK Trans Kalimantan Diresmikan Jokowi di Bitung, Gubernur Andalkan Vicon

Kaltim

Buronan Kalsel Dibekuk Saat Menunggu Jemputan di Tol Balikpapan-Samarinda

Kaltim

Dari Balik Jeruji Besi, Mantan Wakil Wali Kota Balikpapan Sampaikan Saran untuk Kepemimpinan Rahmad Masud

Kaltim

Ratusan Ikan Muncul ke Permukaan Sungai Mahakam, Warga Langsung Rebutan
Perang Dunia II

Kaltim

Dikira Rongsokan, Warga Balikpapan Temukan Bom Perang Dunia II Jelang Buka Puasa
Rahmad Masud

Kaltim

Kontroversi Data Rahmad Masud, Rektor Untri Balikpapan Sebut Ada Human Eror
apahabar.com

Kaltim

Kembangkan Nuklir, Gubernur Kaltim: Berapa pun Saya Biayai
Balikpapan

Kaltim

Kasus Covid-19 Meledak, Wali Kota Balikpapan Perintahkan Lockdown
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com