Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Perpanjang PPnBM 100 Persen

- Apahabar.com     Sabtu, 18 September 2021 - 20:45 WITA

Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Perpanjang PPnBM 100 Persen

Diskon PPnBM 100 persen diperpanjang hingga akhir Desember 2021. Foto: dok.otomotif

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah resmi memperpanjang masa diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai akhir Desember 2021.

Perpanjangan PPnBM itu demi mendorong efek ganda perekonomian dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Pemberian insentif diskon 100 persen ini semula berakhir Agustus 2021, namun, karena implementasinya terbukti efektif memacu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat menengah atas, pemerintah memutuskan memperpanjang,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dalam keterangan pers, Sabtu (18/9) dilansir Antara.

Perpanjangan insentif tercantum dalam PMK 120/PMK 010/2021. Perpanjangan diberlakukan pada PPnBM DTP 100 persen untuk mobil segmen kurang dari atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4×2 dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 70 persen, PPnBM DTP 50 persen untuk mobil bersegmen > 1.500 cc s.d 2.500 cc kategori 4×2 dengan TKDN paling sedikit 60 persen serta PPnBM DTP 25 persen untuk mobil bersegmen > 1.500 cc s.d 2.500 cc kategori 4×4 dengan TKDN paling sedikit 60 persen.

“Bagi yang sudah terlanjur bayar PPnBM atau PPN atas pembelian kendaraan bermotor September 2021, akan dikembalikan atau refund oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan pemungutan,” kata Johnny.

Perpanjangan masa diskon ini turut mempertimbangkan hasil evaluasi penjualan mobil dan efek ganda yang ditimbulkan. Dampak yang timbul antara lain peningkatan permintaan, produksi, tenaga kerja maupun sektor pendukung seperti industri barang logam karet dan jasa keuangan.

Secara kumulatif, dari Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel tumbuh 38,5 persen secara year-on-year. Produksi mobil secara kumulatif sejak awal tahun pun tumbuh 49,4 persen.

“Peningkatan produksi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tapi, juga ekspor kendaraan complete knock down (CKD) yang tumbuh 169,7 persen (yoy),” kata Johnny.

Dengan performa itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto sektor industri dan perdagangan alat angkutan tumbuh masing-masing 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada kuartal II 2021.

Jika terus dipertahankan, performa ini akan mempercepat pemulihan ekonomi dan para produsen kendaraan bermotor dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

HUT Ke-2, KDM Sehati Rayakan dengan Sharing Peningkatan Kualitas Diri
apahabar.com

Ekbis

Dibikin Perfect, Tak Perlu Lagi Kocek Variasi

Ekbis

Strategi Kementan Atasi Anjloknya Harga Telur
apahabar.com

Ekbis

Rabu Pagi, Rupiah Masih Melemah 6 Poin

Ekbis

Insentif Maskapai Segera Dibahas di Istana, Berapa Usulannya?
Pinjol Ilegal

Ekbis

Sejak 2018, 3.516 Aplikasi Pinjol Ilegal Diblokir
apahabar.com

Ekbis

Cerita Si Hitam Bati-Bati Mejeng di Festival Kopi Eropa
apahabar.com

Ekbis

Sempat Tumbuh Negatif, Transportasi Udara di Kalsel Mulai Bangkit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com