Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang OTT KPK di Amuntai HSU, Satgas Pinjam Ruang Polres Operasi Senyap KPK di Amuntai HSU, Polda Belum Pastikan

Duh, Oknum PNS RSUD Ulin Tersandung OTT Gratifikasi Alkes

- Apahabar.com     Selasa, 14 September 2021 - 13:12 WITA

Duh, Oknum PNS RSUD Ulin Tersandung OTT Gratifikasi Alkes

Press release OTT Gratifikasi Alkes di RSUD Ulin Banjarmasin yang dilaksanakan Polda Kalsel/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin tengah dirundung masalah. Salah seorang PNS-nya ditangkap polisi atas kasus gratifikasi pengadaan alat kesehatan.

Oknum PNS tersebut berinisial SBH. Dia ditangkap Subdit III (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Kalsel atas kasus gratifikasi pada 31 Agustus lalu.

Selain SBH polisi juga menangkap SH. Dia adalah oknum karyawan dari PT Capricorn sebagai perusahaan penyedia alat kesehatan.

“Ditangkap di salah satu rumah makan di kilometer lima Banjarmasin,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i didampingi Kasubdit III (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Amin Rofi saat press release, Selasa (14/9).

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah alat bukti. Di antaranya uang sebesar Rp11, 5 juta. Duit tersebut disita saat OTT yang merupakan hadiah SH kepada SBH.

Kombes Pol Moch Rifa’i menerangkan motif gratifikasi yang dilakukan berupa meloloskan tender pengadaan alat kesehatan.

Meski SBH bukan panitia pengadaan barang di RSUD Ulin, tapi dia memiliki koneksi ke operator pengadaan. “Sehingga PT Capricorn dimenangkan tendernya,” bebernya.

Karena telah membantu itulah maka SBH diberi imbalan hadiah. Kendati demikian, tak disebutkan berapa total anggaran proyek pengadaan barang yang dilakukan melalui e-katalog tersebut.

Adapun AKBP M Amin Rofi menjelaskan dalam proses penyidikan yang telah dilakukan sedikitnya ada 11 saksi telah dimintai keterangan atas kasus ini.

“Dua orang di TKP, tiga dari RSUD Ulin dan empat di PT Capricorn. Serta saksi ahli,” beber AKBP M Amin Rofi.

Lantas alat kesehatan apa saja yang dibeli dari tender bermasalah ini? Dijelaskannya, alat kesehatan yang dibeli di antaranya tempat tidur untuk keperluan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pendeteksi nadi.

Atas perbuatannya para tersangka ini dijerat pasal 12B dan 12C Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tahun 2001.

SBH diancam penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan, serta denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Sedang SH diancam hukuman penjara paling singkat 1 tahun kurungan dan paling lama 5 tahun kurungan, serta denda paling sedikit Rp50 juta dan paling lama Rp250 juta.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Komentar Cuncung H. Maming Setelah Dipastikan Maju di Pilkada Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Direktur Intelkam Polda Kalsel Bantu Sembako dan APD di Ponpes BIBS
apahabar.com

Kalsel

Pengendara Sepeda Motor Tewas Dihantam Truk di Batola
Mayat

Kalsel

Identitas Mayat yang Ditemukan Mengapung di Dapur Rumah Warga Banjar Masih Misterius
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Pemudik di Pelabuhan Trisakti Meningkat, Tahun Ini Capai 14.769 Orang
apahabar.com

Kalsel

May Day 2020 di Kalsel, Butiran Beras Buruh untuk Masyarakat Banua
Denny Indrayana

Kalsel

Denny Singgung Keberadaan ‘Tim Dozer’ di PSU Pilgub Kalsel, BirinMu Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Rutan Klas IIB Pelaihari Gelar Isra Miraj dan Haul Guru Sekumpul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com