Asyik Belanja di Ramayana Banjarmasin, Pelaku Gendam ATM Dingkus Polisi Viral Perkelahian Massal di Siring Banjarmasin: 14 Remaja Diamankan, 1 Bocah SD Siap Siap! Distribusi Air Bersih Sejumlah Wilayah Banjarmasin Terganggu Siang ini Jembatan Alalak Hanya Riak, Habib Banua: Aspirasi Besar Kalsel Adalah Otonomi Khusus Berkuasa, Taliban Buru Harta Karun Paling Berharga Afganistan

Duh, Vonis Terdakwa Korupsi RSUD Boejasin Kembali Ditunda

- Apahabar.com     Rabu, 15 September 2021 - 21:31 WITA

Duh, Vonis Terdakwa Korupsi RSUD Boejasin Kembali Ditunda

Edy yang saat ini berstatus tahanan kota tengah menjalani perawatan mandiri. Foto: Pazri for apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Vonis kasus korupsi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Boejasin Pelaihari, Tanah Laut kembali ditunda. Musababnya, terdakwa Edy Wahyudi terjangkit Covid-19.

“Karena yang bersangkutan masih sakit, jadi kami tunda satu minggu lagi,” kata ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Jamser Simanjuntak, Rabu (15/9) dilansir Antara.

Edy mantan direktur RSUD H Boejasin Pelaihari periode 2014-2018. Sudah dua kali pembacaan vonisnya ditunda. Pada Rabu (8/9) pekan lalu, sidang juga ditunda karena alasan serupa.

Tim jaksa penuntut umum (JPU) Rudi Rachmadi memaklumi penundaan pembacaan vonis melihat kondisi kesehatan terdakwa.

“Kami diinfokan juga pemantauan jaksa di Pelaihari memang terdakwa sakit,” ujarnya pula.

Untuk diingat, JPU menuntut Edy hukuman lima tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider kurungan selama enam bulan.

Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp2,1 miliar lebih atau jika tidak dipenuhi diganti dengan hukuman penjara selama dua tahun.

Edy Wahyudi didakwa oleh jaksa melakukan penyelewengan dana pendapatan rumah sakit secara bersama dengan dua bawahannya hingga menimbulkan kerugian negara Rp2,1 miliar lebih.

Penasihat hukum terdakwa, M Pazri mengatakan kliennya tengah menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.

Diakuinya pula beberapa kali terdakwa harus dirawat di rumah sakit. Bahkan, sempat terserang stroke ringan, sehingga kemampuan motoriknya sedikit banyak berkurang.

Karena itu, majelis hakim sudah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan hingga terdakwa berstatus tahanan kota dan berada di rumahnya di Kabupaten Tanah Laut.

“Kemarin sempat dirawat di RS, sekarang sudah di rumah perawatan untuk stroke ringan dan Covid-19,” ujar Pazri kepada apahabar.com.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PPKM Level IV Banjarmasin

Banjarmasin

Resmi! Mulai Besok, PPKM Level IV Banjarmasin Diperpanjang hingga 2 Pekan
Cuaca Kalsel

Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah
Banjir

Banjarmasin

Dikelilingi Banjir, Warga Kompleks di Banjarmasin Parkir Kendaraan di Tepi Jalan

Banjarmasin

Usai Televisi Dimatikan, Echa Putri Tidur Banjarmasin Kembali Terlelap
Banjarmasin

Banjarmasin

Ibu Muda Korban Mutilasi di Belda Banjarmasin Tak Hanya Tinggalkan Anak 3 Bulan

Banjarmasin

Tinjau Vaksinasi Serentak di Gereja Katedral Banjarmasin, Paman Birin Sebut Antusias Warga Tinggi
Covid-19

Banjarmasin

Waspada! Covid-19 Masih Mengancam Banjarmasin

Banjarmasin

Detik- Detik Portal Baja Jembatan Alalak Dua Dilepas Tiga Petugas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com