Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Erick Thohir Berharap BEI Jadi Nomor Satu di Asia Tenggara

- Apahabar.com     Rabu, 29 September 2021 - 18:01 WITA

Erick Thohir Berharap BEI Jadi Nomor Satu di Asia Tenggara

Tangkapan layar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam "IDX Opening Bell: Rights Issue BRI" yang digelar di Jakarta, pada Rabu (29/9). Foto-Antara/Adimas Raditya

apahabar.com, JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi kinerja di Indonesia telah mulai menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan, hal itu di tengah perlambatan perkembangan bursa efek di berbagai negara.

Terkait atas kinerja baik tersebut, Menteri Erick berharap Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu meningkatkan bahkan menjadi nomor satu di Asia Tenggara.

“Kita juga ingin menjadi bagian pendorong bahwa Bursa Indonesia itu terus meningkat kalau bisa menjadi nomor satu di Asia Tenggara,” kata Erick dalam acara IDX Opening Bell: Right Issue BRI, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (29/9).

Erick bilang saat ini di tengah pertumbuhan pasar bursa di negara lain yang sedang melambat bahkan stagnan, hal ini sebagai kesempatan bagi Indonesia.

“Banyak bursa pertumbuhan melambat, kita masih baik, bahkan ada yang minus, kita ada market besar, kita harus manfaatkan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dalam mendukung target tersebut, pihaknya dalam menggarap 88 proyek strategis nasional, Menteri Erick terus mendorong korporasi BUMN untuk bisa go public.

Tujuannya sebagai bagian dari transparansi dan profesionalisme kerja dari perusahaan BUMN.

“Kita tak segan-segan di 88 proyek strategis mendorong korporasi meski bentuknya BUMN untuk go public, ini bagian dari transparansi dan profesionalisme,” katanya.

Sementara itu, bursa saham Tanah Air justru mengalami pertumbuhan. Hal ini terlihat pada indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sejak awal tahun (year to date) mengalami pertumbuhan 2,56% ke level 6.132 pada sesi pertama Rabu (29/9). Erick menilai, pertumbuhan tersebut menandakan bursa Indonesia punya pasar yang besar.

“Kita harus dapatkan kebijakan yang benar sehingga pertumbuhan ekonomi adanya di kita, bukan di negara lain,” ujar Erick mengutip katadata.co.id.

Selain itu, Menteri Erick menyebut bahwa yang tak kalah penting adalah sektor UMKM yang jadi fokus Holding Ultra Mikro adalah bagian besar dari pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, ia menilai, Right Issue BRI dalam rangka mendorong holding Ultra Mikro dan besarnya tingkat UMKM di Indonesia sebagai peringatan bahwa UMKM bukanlah objek, dalam arti sesuatu yang diperebutkan.

“Ini sebagai warning, bahwa UMKM ini bukan objek, tapi subjek, bukan sesuatu yang diperebutkan tapi sebuah kebijakan yang harus kita dorong bersama-sama, dan tentu ini menjadi bagian dari sinergi besar juga,” katanya.

Pada pembentukan Holding Ultra Mikro ini, kata dia, ada tiga hal yang disasar yang diharapkan diterima oleh para pelaku UMKM. Diantaranya, akses dana yang mudah karena jaringan yang lebih luas.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, mendukung harapan dan langkah Menteri BUMN untuk menjadikan BEI menjadi nomor satu di Asia Tenggara, bahkan Asia dan global.

“Apa yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan korporasi mengarah ke arah yang benar,” katanya.

Namun Hoesen mengingatkan, OJK meningkatkan pengawasan pada tata kelola, risiko, dan kepatuhan (governance, risk, dan compliance), tidak bertumpu pada kesehatan keuangan saja. Hal tersebut terbukti, bisa membuat perusahaan berjalan lebih lama dan jangka panjang.

“Pertumbuhan bisa naik dan bisa turun. Tapi kalau kita mau jalan jauh, kita memang harus bicara governance dan risk management, di samping bicara performa finansial,” kata Hoesen.

Sejak menjabat sebagai menteri pada 2019, salah satu fokus Erick Thohir adalah membawa BUMN untuk melantai di Bursa salah satunya melalui skema penawaran perdana saham alias initial public offering (IPO). Meski begitu, hingga kini belum ada realisasi dari niatan tersebut.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksin

Ekbis

Uji Coba Vaksin Bikin Harga Minyak Naik Menggeliat
apahabar.com

Ekbis

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Stabil di Tahun Politik
apahabar.com

Ekbis

Cerita Si Hitam Bati-Bati Mejeng di Festival Kopi Eropa
apahabar.com

Ekbis

Tertekan Kenaikan Dolar AS, Harga Emas Turun Lagi
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Membuat Transaksi DANA Naik
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Apresiasi Hipmikindo Kalsel Tingkatkan Ekonomi Kreatif
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Resmi Luncurkan Banpres Produktif Usaha Mikro
apahabar.com

Ekbis

Per November 2019, Ekspor Kalsel Turun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com