Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi

- Apahabar.com     Jumat, 24 September 2021 - 16:40 WITA

Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi

Tangkapan layar dari video yang memperlihatkan pengawalan polisi terhadap rombongan HDCI Indonesia Rally 2021 di atas Jembatan Sungai Alalak. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Polemik iring-iringan motor gede (moge) yang melintasi Jembatan Sungai Alalak terus berlanjut.

Muncul fakta terbaru yang memperlihatkan bahwa iring-iringan HDCI Indonesia Rally 2021 itu diduga dikawal polisi hingga atas jembatan.

Fakta itu diperlihatkan melalui sebuah video berdurasi 2 menit 15 detik yang diunggah akun Youtube Riza Al-Banjari.

Dalam video tersebut, terlihat dua anggota polisi mengendarai sepeda motor berada di depan rombongan.

Juga terlihat seorang polisi lalu lintas yang mengatur barisan, ketika rombongan berhenti sejenak di atas jembatan.

Dikonfirmasi soal video baru yang tersebar, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i, menjelaskan akan kembali menindaklanjuti hal tersebut.

“Akan kami kroscek lagi. Informasi memang masih berkembang,” jelas Rifai, Jumat (24/9).

Konfirmasi Berbeda

Video itu seolah mematahkan pernyataan dari Polda Kalimantan Selatan. Seperti diwartakan sebelumnya, Kamis (23/9), polisi hanya melakukan pengawalan hingga batas seng atau di bawah jembatan.

“Pengawalan dari start sampai lokasi dipimpin captain rider. Kalau dilihat dari video itu memang mirip jaket Polantas. Tapi itu adalah captain rider,” jelas Rifa’i, Kamis (23/9).

Kendati demikian, polisi memang sempat mengawal rombongan itu di sepanjang wilayah Barito Kuala oleh kesatuan lalu lintas setempat.

Pengawalan diyakini harus dilakukan, karena dikhawatirkan iring-iringan mengganggu pengguna jalan lain.

“Kalau dilepas begitu saja, khawatir mengganggu lalu lintas karena jumlah rombongan cukup banyak, sehingga dilakukan diskresi,” tambah Rifa’i.

Lantas setelah kejadian itu viral, Polda Kalsel sudah melakukan klarifikasi kepada penyelenggara HDCI Indonesia Rally 2021.

Alasan melintas di Jembatan Sungai Alalak yang belum diresmikan itu termasuk dalam misi promosi wisata dan bakti sosial.

Juga dari hasil klarifikasi, rombongan disebut-sebut telah berkoordinasi dengan pihak proyek jembatan, sehingga diperbolehkan melintas.

“Mereka melintas di jembatan itu karena sudah berkoordinasi dengan pihak proyek atau penanggung jawab di lokasi,” tandas Rifa’i.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gegara Karantina, Pasien di Banjarmasin Ancam Bunuh Diri
apahabar.com

Kalsel

Geger Lagi! Bocah di Kotabaru Nyaris Jadi Santapan Buaya Liar
apahabar.com

Kalsel

Tunjukkan Jari Tanda Nyoblos, Dapatkan Diskon Makan di Restaurant Golden Tulip
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan HUT Bhayangkara, Polres HST Gelar Pesta Rakyat
apahabar.com

Kalsel

Buntut Polemik Reklame, Plt Kasatpol PP Banjarmasin Resmi Dicopot!
apahabar.com

Kalsel

Termasuk Seorang Bocah, Batola Tambah Pasien Sembuh Covid-19
Meratus

Kabupaten Banjar

Jokowi Batal ke HST, Pemuda Penjaga Meratus Titip Kasus Illegal Logging
apahabar.com

Kalsel

Demi Tangani Corona, Dinas PUPR Banjarmasin Alihkan Dana Rp20 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com