Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Naik, Dolar Ikut Menguat

- Apahabar.com     Sabtu, 11 September 2021 - 08:57 WITA

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Naik, Dolar Ikut Menguat

Warga menukarkan mata uang dolar AS di sebuah gerai money changer, Jakarta. Foto-Antara/Galih Pradipta/wsj

apahabar.com, NEWYORK – Nilai tukar dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (10/9) atau Sabtu pagi WIB, sejalan dengan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Dolar AS menguat ketika investor fokus ke tentang kapan Federal Reserve kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian asetnya atau tapering.

Melansir Antara, Greenback telah naik dari level terendah satu bulan yang dicapai Jumat (3/9) lalu setelah data pekerjaan untuk Agustus, menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan melambat, sementara inflasi upah naik lebih besar dari yang diharapkan.

Namun, dolar belum mampu membangun tren yang kuat, karena investor menunggu petunjuk baru tentang kapan Fed kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasinya dan pada akhirnya, menaikkan suku bunga.

“Bagi saya adalah hal yang paling penting adalah kapan Fed menaikkan suku bunga, dan sayangnya kita mungkin tidak mengetahuinya untuk sementara waktu,” kata Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo di New York.

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan pada Jumat (10/9/2021) bahwa dia masih ingin bank sentral mulai mengurangi pembelian aset tahun ini, bergabung dengan pembuat kebijakan yang memperjelas bahwa rencana mereka untuk mulai mengurangi dukungan tidak terganjal oleh pertumbuhan pekerjaan yang lebih lemah pada Agustus.

Pejabat Fed bergulat dengan meningkatnya tekanan harga-harga sementara pertumbuhan pekerjaan tetap di bawah target mereka.

Data pada Jumat (10/9) menunjukkan bahwa harga-harga produsen AS meningkat dengan kuat pada Agustus, menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan bertahan untuk sementara waktu, dengan rantai pasokan tetap ketat karena pandemi Covid-19 berlarut-larut.

The Wall Street Journal pada Jumat (10/9) menulis bahwa para pejabat Fed akan berusaha untuk membuat kesepakatan pada pertemuan Fed September guna mulai mengurangi pembelian obligasi pada November.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,05 persen menjadi 92,57. Indeks naik dari level terendah satu bulan di 91,94 pada Jumat (3/9).

Mata uang AS telah merosot sebelumnya pada Jumat (10/9) di tengah membaiknya sentimen risiko didukung berita bahwa Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping berbicara untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan.

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Biden dan Xi melakukan “pembicaraan yang luas dan strategis,” termasuk bidang-bidang di mana kepentingan dan nilai-nilai bertemu dan berbeda. Percakapan itu berfokus pada masalah ekonomi, perubahan iklim, dan COVID-19, kata seorang pejabat senior AS kepada wartawan.

Dolar terakhir turun 0,13 persen menjadi 6,4419 yuan, mendekati level terendah lebih dari dua bulan di 6,4233 yuan yang dicapai minggu lalu.

Euro melemah 0,07 persen menjadi 1,1816 dolar AS pada Jumat, sehari setelah Bank Sentral Eropa mengatakan akan memangkas pembelian obligasi darurat selama kuartal mendatang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Fintech Tunaiku Kucurkan Kredit Satu Triliun Rupiah Selama 2018
apahabar.com

Ekbis

Yuk Belajar Bisnis Kopi via Toffin E-Learning Center
Besok, Gelaran Pasar Murah Sambut Haul Guru Sekumpul

Ekbis

Besok, Gelaran Pasar Murah Sambut Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Ekbis

Agustus, Bank Mandiri Catat Transaksi Digital Naik 20 Persen
apahabar.com

Ekbis

Kanwil DJP Kalselteng Targetkan Rp15,8 Triliun Penerimaan Pajak 2019
apahabar.com

Ekbis

Tuah Lebaran, Toko Perhiasan di Pasar Banjarbaru Diserbu ‘Emak-Emak’
apahabar.com

Ekbis

PLN Ikut Keputusan Pemerintah soal Pembatalan Kenaikan Tarif
apahabar.com

Ekbis

Hingga Oktober 2019, BRI Telah Salurkan Rp83,3 Triliun KUR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com