Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan Walau Ditentang, Pemkot Banjarmasin Ngotot Tertibkan Reklame

Impor Vaksin, PT Bank HSBC Indonesia Beri Bio Farma 185 Juta Dolar

- Apahabar.com     Selasa, 28 September 2021 - 22:06 WITA

Impor Vaksin, PT Bank HSBC Indonesia Beri Bio Farma 185 Juta Dolar

Ilsustrasi vaksin Covid-19. Foto-iStockphoto

apahabar.com, JAKARTA – PT Bank HSBC Indonesia telah memberikan pembiayaan hingga 185 juta dolar AS kepada Bio Farma.

Pembiayaan dari Bank HSBC Indonesia tersebut guna mendukung Bio Farma untuk mengimpor vaksin Covid-19 yang dibutuhkan saat pandemi.

Peran HSBC Indonesia dalam pembiayaan tersebut dilaksanakan dalam tiga transaksi, yang meliputi pembiayaan sebesar 100 juta dolar AS yang diberikan kepada Bio Farma untuk mengimpor 50 juta dosis vaksin Oxford AstraZeneca pada Februari 2021.

HSBC juga menyediakan pembiayaan sebesar 35 juta dolar AS dan 50 juta dolar AS untuk mengimpor vaksin Sinovac dalam dua transaksi terpisah.

“Ketersediaan dan akses terhadap vaksin masih menjadi tantangan bagi Indonesia, serta banyak negara lain di dunia. HSBC dengan senang hati turut serta berkontribusi nyata dalam upaya pembiayaan ini, guna mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempercepat distribusi vaksin secara signifikan dan membuka jalan menuju pemulihan ekonomi negara,” kata Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Francois de Maricourt dalam keterangan di Jakarta seperti dilansir Antara, Selasa (28/9).

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan Indonesia membutuhkan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang sangat besar menyesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

“Bio Farma sudah melakukan beberapa kesepakatan B2B dan G2G untuk mendatangkan beberapa vaksin Covid-19 melalui COVAX Facility, dan hingga bulan September 2021 sebanyak 260 juta dosis vaksin Covid-19 telah mendarat di Indonesia. Khusus untuk Skema B to B ini, sudah dimulai sejak Desember 2020 yang lalu, dan akan berlanjut hingga akhir tahun 2021 mendatang untuk mendatangkan vaksin Covid-19 dari sejumlah produsen seperti dengan Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Novavax,” jelas Honesti.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SOM Bio Farma, I.G.N Suharta Wijaya, menambahkan dana talangan dengan sistem tanpa agunan dari HSBC tersebut telah digunakan untuk membeli bulk vaccines Covid-19 dari Sinovac sebanyak lima juta dosis senilai 35 juta dolar AS, dan untuk uang muka pembelian CoronaVac dalam bentuk jadi senilai 50 juta dolar AS.

“Sisanya kami gunakan untuk pembayaran down payment vaksin Covid-19 dari AstraZeneca sebesar 100 juta dolar AS,” kata Suharta.

Direktur Perbankan Komersial, PT Bank HSBC Indonesia, Eri Budiono, menyampaikan untuk mewujudkan transaksi penting tersebut, HSBC telah benar-benar memanfaatkan kekuatan jaringan internasional perseroan dan kemampuan transaksi kami untuk merancang solusi menyeluruh.

“Kami sangat terhormat dapat berperan dalam membantu Indonesia dalam usaha melawan pandemi Covid-19 dan berkontribusi dalam membangun bangsa yang kuat,” ujar Eri.

Sajak awal pandemi, HSBC Indonesia telah menyumbangkan lebih dari Rp 15 milar untuk membenkan bantuan pada warga yang terdampak dan langkah-langkah pemulihan, termasuk penyediaan peralatan medis darurat, makanan dan inisiatif ketahanan ekonomi melalui beberapa organisasi amal.

Pada Juli lalu, HSBC juga menyumbangkan dana untuk membantu menyediakan tangki oksigen yang sangat dibutuhkan dan bantuan tunai kepada masyarakat yang rentan.

Hingga saat ini, Indonesia telah memberikan lebih dari 100 juta dosis vaksin Covid-19, yang berarti lebih dari 39 persen dari 270 juta penduduk negara telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Indonesia merupakan satu di antara tujuh negara di dunia yang telah mencapai angka vaksinasi tersebut dan pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi sekitar 208 juta orang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel

Ekbis

Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

JNE Dorong UMKM Kalsel Tembus Pasar Internasional
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Bisa Ambyar Jika Terus Bergantung Batu Bara dan Sawit!
apahabar.com

Ekbis

Selama Pandemi, PGN Salurkan Gas Bumi ke Pelanggan Industri Baru
apahabar.com

Ekbis

Astra dan Gojek Bentuk Perusahaan Patungan serta Tambah Investasi US$ 100 Juta
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Akan Umumkan Restrukturisasi Utang Krakatau Steel Rp40 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Belum Adanya Kemudahan Berbisnis Hambat Investor Bangun Pelabuhan
apahabar.com

Ekbis

Perubahan Pola Belanja Masyarakat, UMKM Jadi Andalan KKP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com