OTT di Amuntai dan Sejarah Korupsi di Kalsel yang Sudah Ada Sejak Zaman Kesultanan Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas

Indonesia Bakal Punya Pabrik Vaksin, Produksi Awal 30 Juta Dosis Tahun Depan

- Apahabar.com     Rabu, 8 September 2021 - 17:27 WITA

Indonesia Bakal Punya Pabrik Vaksin, Produksi Awal 30 Juta Dosis Tahun Depan

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sudah melihat calon pabrik vaksin di Pulogadung, Jakarta Timur.

Jika tidak ada aral, tahun depan Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri vaksin Covid-19. Targetnya melalui pabrik vaksin itu, produksi awal 30 juta dosis.

“Kemarin saya kunjungi satu calon pabrik vaksin sekarang berdiri di Pulogadung. Itu teknologi baru mRNA yang dibikin Pfizer, kita curi teknologi itu dengan kerja sama dengan pihak lain,” ungkap Luhut dalam sambutan di acara Gernas BBI Aceh dilansir detik.com, Rabu (8/9).

Adapun pabrik yang dimaksud Luhut adalah pabrik PT Etana Biotechnologies Indonesia di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Selanjutnya, Etana akan memproduksi vaksin Covid-19 dengan teknologi mRNA yang bekerja sama dengan perusahaan Walvax dari China.

Luhut mengatakan Etana sudah siap memproduksi vaksin, bahkan menurutnya kesiapan produksi vaksin di pabrik Etana sudah diacungi jempol oleh Ketua BPOM Penny Lukito.

Dia mengatakan rencananya, vaksin ini bakal diproduksi mulai Juni-Juli tahun depan. Produksi awal mencapai 30 juta dosis dan meningkat jadi 70 juta dosis.

“Jadi proses jalan sekarang, dia mulai refilling bulan 12, kalau dapat emergency use authority. Lalu produksi di tahun 2022 Juni atau Juli, 30 juta tahap pertama dan jadi 70 juta kemudian,” papar Luhut.

Menurut Luhut, pabrik ini adalah bukti keberpihakan pada produk dalam negeri. Jika bisa diproduksi sendiri, maka menurutnya lagi buat apa diimpor.

Kalau terus-terusan impor yang ada hanya kecanduan dan kesulitan saat negara importirnya mengalami masalah. Hal ini dirasakannya saat pasokan parasetamol dari India berkurang saat negara tersebut mengalami lonjakan kasus Covid-19.

“Kalau bisa buat sendiri ngapain impor? Saya alami kemarin bapak ibu sekalian begitu India lockdown kita nggak punya parasetamol. Padahal ini obat dasar, jadi kecanduan impor ini tidak bagus,” ungkap Luhut.

Daftar Nama 41 Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 di Kalsel, Paman Birin: 1 Positif
Dirjen PAUD

Nasional

Pernyataan Dirjen PAUD tentang Atribut Keagamaan Dinilai Meresahkan
Gereja Katedral Makassar

Nasional

Ledakan di Gereja Katedral Makassar, Pastor: Bom Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Kalsel Memilih, Uhaib: Bukan Semata “The Ulama Effect”
Sertifikat Vaksin Covid-19

Nasional

Perhatian! Jangan Posting Sembarang Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos, Biodata Bisa Bocor?
apahabar.com

Nasional

Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Capai 701, Tersebar di 156 Kelurahan
perawat

Nasional

Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Dijerat Pasal Berlapis
apahabar.com

Nasional

Pandemi Covid-19, Cak Lontong Hibur Ketum Hipmi Se-Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com