IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung? Mimpi Ibnu Sina, Masyarakat Banjarmasin Lepas Masker Awal Tahun 2022 Bocah 8 Tahun Hilang di Samarinda, Pencarian Selami Selokan Genangan Banjir Target Vaksinasi di Tanah Laut Terkendala Stok Vaksin

Investasi Bodong di Kaltim, Selebgram Samarinda Berinisial R Diduga Tipu Korban hingga Rp 2 M

- Apahabar.com     Kamis, 30 September 2021 - 17:51 WITA

Investasi Bodong di Kaltim, Selebgram Samarinda Berinisial R Diduga Tipu Korban hingga Rp 2 M

Ilustrasi investasi bodong. Foto-net

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kasus investasi bodong di Kalimantan Timur, tak hanya terjadi di Balikpapan, tapi juga di Samarinda.

Satu persatu korban mulai muncul hingga kasus investasi bodong itu terbongkar. Bahkan, lagi-lagi pelaku seorang wanita berparas cantik.

Beberapa korban mulai angkat bicara adanya bisnis investasi bodong yang mulai meresahkan dan merugikan para investornya.

Tak jauh beda dengan kasus yang terjadi di Balikpapan, modusnya di Samarinda sama. Yakni dengan menjanjikan keuntungan besar dan proses pencairan cepat.

Kali ini diduga seorang wanita cantik berinisial R yang merupakan salah satu selebgram di Samarinda. Ia disebut-sebut melakukan penipuan berkedok investasi bodong.

Hingga kini korbannya banyak yang belum dibayarkan, bahkan terdapat seorang korban alami kerugian hingga Rp 2 Miliar.

Salah seorang korban, berinisial RD (26). Pengusaha travel asal Jakarta ini terjerumus dalam permainan R sejak bulan April 2021.

Awalnya RD diajak berinvestasi dengan kentungan menjanjikan. RD memang mengetahui bisnis R ialah Jasa Titip (Jastip) dan Skincare cukup sukses, sehingga ia mau berinvestasi.

“Saya tahunya kan bisnisnya dia itu Jastip dan Skincarenya cukup bagus, jadi saya sama keluarga saya setor uang lah ke dua lumayan banyak. Nah nggak lama nama saya dipasang di akun instagramnya dia, nah dia ini kan selebgram, followernya banyak. Jadi banyak yang chat ke saya akhirnya,” ungkap RD melalui saluran telepon pada Rabu sore (29/9).

Para calon investor pun banyak yang melakukan investasi melalui RD yang kemudian menyetornya kepada R.

Dari RD sendiri sejumlah investor menyetor uang kepadanya kurang lebih sebesar Rp 1 miliar.

Namun saat tiba waktunya pembayaran, R mendadak hilang kabar alias belum bisa membayarkan uang dan keuntungan investornya.

“Saat itu uang yang harus keluar itu Rp 1 M, sengaja saya stop karena saya sudah curiga kalau saya ini dijebak. Terus saya bilang ke dia kalau ini sudah saatnya orang ditransfer, tapi ternyata dia nggak transfer-transfer,” ujarnya.

RD tak langsung bertindak. Ia mencoba melakukan pendekatan terhadap R dan membujuknya untuk melakukan pembayaran. Hanya saja R memang tak ada niatan untuk melunasi pembayaran tersebut.

Alhasil RD lah yang menalangi terlebih dahulu uang yang harus dibayarkan kepada para investor menggunakan tabungannya.

“Nah akhirnya saya keluarin uang saya sendiri bayarin ke orang-orang itu daripada orang itu suudzon ke saya dan saya juga biar aman dan juga nggak merusak nama baik saya. Jadi saya rugi dua kali lipat, makanya kenapa nominalku itu miliaran,” ungkapnya.

Merasa ditipu, RD pun memberanikan diri untuk angkat bicara melalui media sosial. Ia terkejut setelah mengetahui banyak warga yang juga menjadi korban.
RD pun lantas membuat group WhatsApp dengan syarat memiliki bukti setor kepada R agar mudah dalam tahap pelaporan ke polisi nanti.

“Terus saya buat group dengan syarat sertakan bukti transfer, ternyata total semuanya itu mencapai Rp 3 miliaran. Bahkan ada korban yang setor itu ratusan juta. Mereka nggak berani speak up karena dia diancam-ancam uangnya nggak dibayarkan,” bebernya.

RD mengaku dampak dari penipuan yang diduga dilakukan R tersebut, dirinya kehilangan banyak relasi bisnisnya.

“Iya relasi saya banyak yang menghilang, ya mungkin karena mereka berpikir saya terjerumus juga jadi khawatir. Makanya saya merasa dirugikan sekali, karena relasi itu sangat penting untuk bisnis saya,” tuturnya.

Rencananya kasus ini akan dilaporkan kepada pihak kepolisan dilengkapi sejumlah bukti. Bahkan RD sudah mempersiapkan pengacara untuk mengawal kasus tersebut. RD berharap pelaku bisa jera dan tidak ada korban lainnya.

“Biar ada efek jera, sebab kasihan para korban ini banyak yang dirugikan. Memang belum saya laporkan, tapi ini saya sudah siapkan berkasnya dan untuk teknisnya bagaimana itu biar nanti saya dan pengacara saya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Diduga Karena Ngecas HP, Satu Rumah di Balikpapan Terbakar
Balikpapan

Kaltim

Pemkot Balikpapan Bentuk Dapur Umum, Bakal Bagikan Makan Warga Isoman

Kaltim

Balikpapan Gelar Lomba 17-an? Begini Kata Wali Kota Rahmad Masud
apahabar.com

Kaltim

ODP Bandel di Penajam Bakal Dikarantina di Rusunawa

Kaltim

Hari Kemerdekaan RI, Wali Kota Ajak Warga Balikpapan Lawan Covid-19

Kaltim

Wow, Ternyata Lapak Liar Area Pasar Pandansari Ditarif Rp500 Ribu per Bulan

Kaltim

Jatanras Polda Kaltim Ringkus Sindikat Curanmor Antarkota di Balikpapan

Kaltim

Dua Pemuda Bobol SD 019 Balikpapan Barat, Gasak 3 Unit Notebook
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com