Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Jakarta, Kabul hingga Turki, Jejak Upaya PBNU Satukan Kelompok-kelompok di Afghanistan

- Apahabar.com     Senin, 6 September 2021 - 20:49 WITA

Jakarta, Kabul hingga Turki, Jejak Upaya PBNU Satukan Kelompok-kelompok di Afghanistan

Taliban berkunjung ke kantor PBNU. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ternyata sudah sejak lama mengupayakan persatuan antarkelompok di Afghanistan. Jakarta, Kabul hingga Turki, menjadi saksi pertemuan mediasi tersebut.

“Sejak 2010 yang kontak langsung Wakil Ketua PBNU As’Ad Said Ali yang saat itu Wakil Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN),” ujar Ketua Umum PBNU Prof DR KH Said Aqil Siroj seperti dikutip detik.com, Senin (6/9).

Setidaknya ada tujuh kelompok tokoh ulama Afghanistan, termasuk yang berafiliasi dengan Taliban, bertemu di Hotel Borobudur, Jakarta. Awalnya tentu mereka enggan untuk bertemu dan duduk satu meja. Para pengurus PBNU harus membujuk dan memanggil mereka satu per satu dari kamarnya.

“Itu sulit sekali tetapi berhasil juga semua berkumpul dalam satu meja. Alhasil, sudah mulai ada pendekatan dikit-dikit, mulai ada hubungan,” terang Said.

Pertemuan kedua dilanjutkan di Kabul, Afghanistan. Beberapa pengurus PBNU terbang ke sana, tapi KH Said Aqil tak ikut serta karena ada kesibukan lain. Hasil pertemuan di Kabul salah satunya NU menerima mahasiswa/mahasiswi dari Afghanistan untuk belajar di pesantren dan universitas milik NU.

“Kita beri beasiswa ada 34 orang pada 2011 di Universitas Wahid Hasyim. Mereka cukup cerdas dalam waktu tidak lama bisa bahasa Indonesia dan pandai bergaul, menerima sikap moderasi dalam Islam seperti NU,” ujar Said Aqil.

Pertemuan ketiga digelar di Turki. Kali ini Said Aqil dan KH Marsudi Syuhud datang mewakili PBNU. Acara tersebut digelar PBNU dengan Al Azhar Mesir untuk mempertemukan tujuh faksi di Afghanistan.

“Ketika saya berbicara soal hak perempuan berdasarkan kajian penelitian seorang ulama Mesir tentang hak perempuan untuk pendidikan, hak hidup, hak memiliki kekayaan properti hak dalam berpolitik juga itu ada yang marah. Tetapi dia marahnya menggunakan bahasa Afghanistan, jadi saya tidak paham, he-he-he…,” ungkap Said.

Dalam pertemuan para peserta bersalam-salaman, tapi belum menghasilkan hasil yang memuaskan. Begitu juga pertemuan keempat yang kembali digelar di Kabul, menurut Kiai Said, belum terjadi pemahaman yang betul-betul positif.

Dalam pertemuan kelima di PBNU pada 30 Juli 2019, 11 petinggi Taliban yang dipimpin Mullah Abdul Ghani Baradar yang merupakan tamu Wakil Presiden Jusuf Kalla, singgah dan berdiskusi dengan pimpinan PBNU. Saat itu Said Aqil mengisahkan kondisi saat Indonesia di awal merdeka.

Kala itu para pendiri bangsa juga memperdebatkan soal bentuk negara, ada yang mau syariat Islam dan ada yang ingin nasionalis. Tapi akhirnya mencapai titik tengah yakni negara kebangsaan, bukan negara keagamaan juga bukan sekuler.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Kurang Senyum di Debat, Prabowo Seperti Orang Mau Nangis
Joko Widodo

Nasional

Ini Harapan Jokowi di Tahun Baru Imlek

Nasional

Orang Kaya RI Ramai Berburu Vaksin AS, Pertanda Apa?
apahabar.com

Nasional

Tentara Ngamuk di Thailand, Belasan Warga Tewas
JK

Nasional

Soroti Kepemimpinan Taliban, JK: Mereka Harus Berubah
Abu Janda

Nasional

Abu Janda Dinilai Sering Rugikan NU, PWNU Jakarta Angkat Bicara
apahabar.com

Nasional

DPR Resmi Tunda Pengesahan RUU Pemasyarakatan Menjadi UU
apahabar.com

Nasional

Lapangan Sepakbola Simprug Disulap Jadi RS Darurat Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com