Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Jelang BPS Rilis Data Inflasi Agustus, Rupiah Menguat

- Apahabar.com     Rabu, 1 September 2021 - 12:55 WITA

Jelang BPS Rilis Data Inflasi Agustus, Rupiah Menguat

Karyawati menghitung uang rupiah dan dolar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Foto-Bisnis/Arief Hermawan P

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (1/9), bergerak menguat.

Penguatan rupiah menjelang rilis data inflasi Agustus 2021 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.

Rupiah dibuka menguat 9 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 14.259 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.268 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra , mengatakan nilai tukar rupiah bisa menguat lagi hari ini dengan momentum penguatannya yang besar pada Selasa (31/8) kemarin.

“Penguatan rupiah terhadap dolar AS ini masih didukung oleh pernyataan The Fed soal kenaikan suku bunga yang tidak terburu-buru. The Fed masih ingin mendapatkan konfirmasi dari data-data ekonomi AS terutama data tenaga kerja,” ujar Ariston saat dihubungi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu.

Data tenaga kerja AS versi pemerintah akan dirilis Jumat (3/9) malam. Semalam, data survei tingkat keyakinan konsumen AS pada Agustus dirilis lebih rendah dari ekspektasi.

“Penurunan data tersebut bisa dikaitkan dengan kasus Covid yang kembali tembus 100 ribu di AS. Hasil ini juga bisa menjadi faktor penekan dolar AS hari ini,” kata Ariston.

Sementara dari dalam negeri, lanjut Ariston, pelonggaran aktivitas ekonomi membantu penguatan rupiah. Hari ini juga akan dirilis data inflasi Agustus 2021.

“Bila hasilnya tidak mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang bisa diartikan tingkat konsumsi terjaga meskipun situasi PPKM, ini bisa mendukung penguatan rupiah,” ujar Ariston.

Jumlah kasus harian Covid-19 pada Selasa (31/8) bertambah 10.534 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,09 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 juga berkurang yaitu mencapai 532 kasus sehingga totalnya mencapai 133.023 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 16.781 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,76 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 196.281 kasus.

Terkait vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 63,11 juta orang dan vaksin dosis kedua 35,86 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp 14.230 per dolar AS dengan potensi resisten Rp 14.300 per dolar AS.

Pada Selasa (31/8) kemarin, rupiah ditutup menguat 102 poin atau 0,71 persen ke posisi Rp 14.268 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.370 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Rantau Melambung
BJB

Ekbis

Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant
Kia

Ekbis

Jual 2,61 Juta Unit pada 2020, Kia Raup Untung Rp 18,8 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Harga Gas Turun, Pupuk Indonesia Apresiasi Kementerian ESDM
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Pasar Mereda, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Ini Alasan Orang Jepang Lebih Senang Naik Angkutan Umum
apahabar.com

Ekbis

Biar Tak Boros, Mau Tau Caranya?
apahabar.com

Ekbis

Kuliah Umum Adaro, Memperkuat Pertumbuhan Wirausaha di Balangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com