Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Jembatan Alalak Hanya Riak, Habib Banua: Aspirasi Besar Kalsel Adalah Otonomi Khusus

- Apahabar.com     Senin, 27 September 2021 - 09:37 WITA

Jembatan Alalak Hanya Riak, Habib Banua: Aspirasi Besar Kalsel Adalah Otonomi Khusus

Anggota DPD RI asal Kalsel, Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua. Foto-apahabar.com/Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Jembatan Alalak Baru akhirnya dibuka untuk pengguna roda dua dan mobil pribadi, sejak Minggu (26/9) sore, kendati belum diresmikan.

Namun sebelum jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) dibuka, desakan demi desakan terus berdatangan. Mengingat pengerjaan fisik jembatan Alalak telah rampung, namun belum dibuka lantaran menunggu agenda Presiden Joko Widodo untuk meresmikan.

Jembatan Alalak Baru sudah dibuka untuk kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Foto-apahabar/Riki

Anggota DPD RI dapil Kalsel Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim, sebelumnya merupakan salah satu aktor yang turut mendesak pembukaan jembatan dengan kontruksi cable stayed melengkung pertama di Indonesia itu pun kini kembali angkat bicara.

Senator yang akrab disapa Habib Banua ini secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi.

“Terima kasih pak presiden Jokowi yang sudah mendengarkan aspirasi masyarakat Kalsel untuk membuka Jembatan Alalak di tengah lambannya kinerja Balai Jalan dalam mengawal pembangunan jembatan tersebut,” ucapnya kepada apahabar.com, Senin (29/9).

Namun demikian, Habib Banua berpandangan bahwa aspirasi besar masyarakat Kalsel bukan hanya tentang Jembatan Alalak. Melainkan soal gejolak masyarakat yang tidak puas atas lambannya pembangunan di Bumi Lambung Mangkurat.

Menurutnya, kondisi ini tentu mesti jadi perhatian serius pemerintah pusat agar lebih peka dalam menjawab aspirasi masyarakat Kalsel.

“Ketidakpuasan ini dapat dimaklumi, di mana selama ini Kalsel adalah salah satu daerah yang SDA nya ikut berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan Indonesia, apalagi sudah ada usulan-usulan di masyarakat agar Kalsel bisa menjadi daerah otonomi khusus,” ujarnya.

Habib Banua bilang aspirasi ini bisa saja menjadi solusi atas lambannya pembangunan di Kalsel. “Dan harapannya masyarakat bisa lebih sejahtera,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Satu Korban Lagi Korban Longsor di Pumpung Dievakuasi
apahabar.com

Kalsel

Pasca-kebakaran di Kotabaru, Perusahaan Swasta Wajib Peduli
Pemkab Tapin

Kalsel

Pemkab Tapin Gelar Tausiyah Ramadan untuk ASN
apahabar.com

Kalsel

Data Ribuan Alumni SMANSA Banjarmasin, Siswansyah: Jika Terinfeksi Covid-19 Kami Bantu Maksimal

Kalsel

Bantu Warga Pulau Bromo, Kalsel Peduli Bagikan Bantuan
Pengeroyokan Berujung Maut

Kalsel

Polres Tabalong Gulung Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut depan Hotel Aston

Kalsel

Kapolres Tapin Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan 3 Kapolsek
apahabar.com

Kalsel

Gusti Jamhar Akbar Meninggal, Ini Harapan Besar Dewan Kesenian Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com