Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Jembatan Sei Alalak Bakal Jadi Penopang Geliat Ekonomi Banua Hadapi Pandemi

- Apahabar.com     Rabu, 15 September 2021 - 12:56 WITA

Jembatan Sei Alalak Bakal Jadi Penopang Geliat Ekonomi Banua Hadapi Pandemi

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Aris Gunawan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Aris Gunawan mengatakan rencana peresmian jembatan Sei Alalak bakal mendorong dan mengeliatkan pertumbuhan ekonomi Banua (Kalsel) di masa pandemi Covid-19.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya yang duduk di Komisi Bidang Ekonomi mengatakan, pembangunan infrastruktur jadi sektor penting dalam pergerakan ekonomi. Infrastruktur disebut sebagai roda karena akan mempermudah akses distribusi barang dan jasa.

“Menguntungkan dalam segi perekonomian, yang jelas perjalanan jadi lancar,” kata Aris, Rabu (15/9).

Ia mengatakan jembatan itu pun bakal jadi objek penting dalam ekonomi kedua provinsi. Dari situ, akan meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Jika melihat laporan pertumbuhan yang dirilis Bank Indonesia per 1 Maret 2021, Ekonomi Banua pada triwulan IV 2020, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan mengalami perbaikan kontraksi dibandingkan triwulan III 2020.

Sementara dari sisi permintaan, perbaikan kontraksi pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari perbaikan kontraksi ekspor dan konsumsi pemerintah di tengan konsumsi RT dan investasi yang masih terbatas.

“Dari sisi penawaran, perbaikan kontraksi ekonomi terutama bersumber dari perbaikan sektor pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan. Secara keseluruhan tahun 2020, perekonomian Kalimantan Selatan mengalami kontraksi, lebih rendah dibandingkan 2019 akibat tekanan yang terjadi terkait pandemi Covid-19,” jelasnya.

Kemudian, laporan Inflasi Kalsel pada triwulan IV 2020 tercatat sebesar 1,68% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 1,04% (yoy).

Secara triwulanan, Kalimantan Selatan mengalami inflasi 1,70% (qtq), berbeda arah dengan triwulan III 2020 yang mengalami deflasi 0,33% (qtq). Inflasi tersebut didorong oleh tarif angkutan udara yang meningkat pada momentum libur panjang akhir tahun 2020.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Anggota DPRD Kalsel Karlie Hanafi Gali Aspirasi Petani Jeruk Batola

DPRD Kalsel

Sekretaris F-PKS Minta Pemprov Kalsel Dukung Pembangunan Sarana Pendidikan di Perbatasan

DPRD Kalsel

Tunggu Prabowo: Tak Lama Lagi, PAW Fraksi Gerindra DPRD Kalsel Dilantik
apahabar.com

DPRD Kalsel

Sahkan APBD-P, DPRD Kalsel Minta BUMD Tak Bergantung Suntikan Dana Pemerintah

DPRD Kalsel

Kalsel Gelar PSU, Ketua DPRD Minta Pemkab Jadikan Hari Libur
Gubernur Kalsel

DPRD Kalsel

Gubernur Kalsel Pastikan 2022 Fokus Anggaran Masih Penanganan Covid-19
apahabar.com

DPRD Kalsel

DPRD Kalsel Dorong Penyelesaian Hibah Tanah untuk 2 Kantor Samsat
bapok

DPRD Kalsel

Dewan Kalsel Desak Jalur Distribusi Bapok di Wilayah Banjir Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com