Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Jokowi Setujui Ditariknya Pegawai KPK Tak Lolos TWK ke Bareskrim Polri

- Apahabar.com     Rabu, 29 September 2021 - 07:32 WITA

Jokowi Setujui Ditariknya Pegawai KPK Tak Lolos TWK ke Bareskrim Polri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo . Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Keinginan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menarik 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberhentikan untuk bekerja di Bareskrim Polri disebut-sebut sudah disetujui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Persetujuan Jokowi itu, kata Listyo, diberikan setelah pihaknya bersurat secara langsung untuk memberitahukan permintaannya itu. Jawaban dari Jokowi, sambungnya, dikirim secara tertulis melalui Mensesneg Pratikno pada 27 September lalu.

“Kami berkirim surat kepada bapak Presiden untuk memohon terhadap 56 orang yang melaksanakan tes TWK yang tidak lulus di tes dan tidak dilantik sebagai ASN KPK untuk bisa kita tarik kemudian kita rekrut untuk menjadi ASN Polri,” kata Listyo. “Beliau setuju 56 orang pegawai KPK tersebut untuk menjadi ASN Polri.”

Selanjutnya, sambung Listyo, pihaknya diminta untuk berkoordinasi dengan Kemenpan RB dan BKN.

“Proses sedang berlangsung dan mekanismenya seperti apa saat ini sedang didiskusikan. Untuk bisa merekrut 56 orang tersebut menjadi ASN Polri,” ujar Listyo.

Menurut Listyo, Korps Bhayangkara melihat rekam jejak dan pengalaman pegawai KPK tersebut yang memiliki kemampuan di bidang pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, mantan Kabareskrim tersebut berpendapat rekam jejak 56 pegawai KPK yang dipecat karena gagal tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status jadi aparatur sipil negara (ASN) tersebut bermanfaat untuk memperkuat Polri sebagai institusi.

“Karena kita melihat terkait dengan rekam jejak dan tentunya pengalaman tipikor tentunya itu sangat bermanfaat untuk memperkuat jajaran organisasi yang saat ini kita kembangkan, untuk memperkuat organisasi Polri,” ujar Listyo dalam rekaman konferensi pers di Papua, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (29/9).

Sebagai informasi, KPK telah memutuskan untuk memberhentikan 57 pegawai gagal melewati tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status jadi ASN per 30 September 2021. Dari 57 pegawai itu termasuk sejumlah penyidik andalan seperti Yudi Purnomo yang juga Ketua Wadah Pegawai KPK, eks anggota Polri Novel Baswedan, Harun al Rasyid yang dijuluki Raja OTT, dan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko yang diketahui juga akan masuk masa pensiun.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Eks  Timnas Indonesia U-19

Hukum

Ngaku Khilaf, Eks Timnas U-19 Diduga Terlibat Pelecehan Seksual
apahabar.com

Nasional

Tunda RUU HIP, Pemerintah Diapresiasi Ormas Islam dan PPP
apahabar.com

Nasional

Dandim Sebut Tak Ada Anggota TNI Terlibat Penyerangan Mapolsek Ciracas
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tunaikan Ibadah Umroh
apahabar.com

Nasional

Jokowi Usul Radikalisme Bisa Diganti Jadi Manipulator Agama
apahabar.com

Nasional

Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo Wafat, Pemakaman di TMP Kalibata Disiapkan.
apahabar.com

Nasional

Erick Thohir: Setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan, Imunisasi Massal Awal 2021
apahabar.com

Nasional

Sekardangan Menjadi Kampung Terinovatif di Sidoarjo Berkat Sampah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com