Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Jokowi Tegur Kapolri Soal Mural Kritik

- Apahabar.com     Rabu, 15 September 2021 - 22:13 WITA

Jokowi Tegur Kapolri Soal Mural Kritik

Presiden Jokowi tak menyetujui tindakan represif aparat terhadap pembuat mural berisi kritik ke pemerintah. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menegur Kapolri terkait tindakan represif aparat terhadap pelaku mural berisi kritik ke pemerintah.

“Saya sudah tegur Kapolri soal ini,” ujar Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Istana Kepresidenan, dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (15/9).

Jokowi juga mengaku tidak mengetahui perihal penangkapan, termasuk juga soal penghapusan mural. Namun dari informasi yang ia terima, tindakan represif itu merupakan inisiatif petugas di lapangan.

“Kapolri mengatakan itu bukan kebijakan kita, tapi Kapolres. Dari Kapolres juga menyatakan bukan kebijakan mereka, tapi di Polsek,” tambahnya.

Jokowi lantas menegaskan ia tidak alergi terhadap kritik seperti yang dituduhkan.

“Saya ini dibilang macam-macam, dibilang PKI, antek asing, lip service, itu sudah makanan sehari-hari,” kata Jokowi.

Padahal, Jokowi menegaskan terbuka terhadap kritik. Terbukti, ia sampai mengundang Suroto ke Istana hari ini. Suroto adalah peternak yang membentangkan spanduk protes ke iring-iringan Presiden saat berkunjung ke Blitar pada Selasa (7/9).

Poster yang ia bentangkan itu bertuliskan, “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar.”

Usai mobil Jokowi melintas, seseorang merampas poster tersebut. Kemudian, aparat kepolisian terlihat meringkus pria itu dan memasukkannya ke dalam mobil.

Sebelumnya, Jokowi dianggap alergi terhadap kritik lantaran sikap reaktif terkait mural-mural dan protes. Sejumlah karya itu dihapus dan pembuatnya diburu.

Salah satunya, gambar wajah Presiden Jokowi yang disertai tulisan 404: Not Found yang dituliskan menutupi mata gambar itu. Pembuatnya lantas dicari polisi.

Tak lama setelah itu, seorang pria di Tuban juga ditangkap polisi karena mempromosikan baju dengan desain yang mirip dengan mural itu. Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang sablon itu tak diproses hukum setelah meminta maaf.

Di sisi lain, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat ada 26 kasus upaya pembungkaman sejak Januari-September 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun KontraS, upaya pembungkaman itu meliputi penghapusan mural, perburuan pelaku dokumentasi, persekusi pembuat konten, hingga penangkapan beberapa orang yang membentangkan poster ke Presiden Joko Widodo.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Ketua KPK Angkat Bicara Soal Polemik Pegawai yang Gagal TWK
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 8.607 Positif, 1.042 Sembuh
Reformasi Struktural

Nasional

Presiden: Terus Lanjutkan Reformasi Struktural dan Permudah Izin Usaha
vaksin covid-19

Nasional

Jokowi: 5.000 Vaksin Covid-19 Diberikan ke Insan Pers Akhir Februari
apahabar.com

Nasional

Mendes: Penerima BLT Dana Desa Turun dari Target Awal
apahabar.com

Nasional

BPD Aceh Sebut Mardani H Maming Layak Pimpin HIPMI
apahabar.com

Nasional

Berguru ke MNC Group, MHM-HT Jajaki Peluang E-Commerce
Disengat Ratusan Lebah, Kakek Berusia 70 Tewas

Nasional

Disengat Ratusan Lebah, Kakek Berusia 70 Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com