Resmikan Pabrik Bio Diesel di Tanah Bumbu, Jokowi Bakal Naik Helikopter Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor

Jokowi Teken Perpres 82, Legislator Kalsel: Segera Buat Pergub

- Apahabar.com     Jumat, 17 September 2021 - 14:40 WITA

Jokowi Teken Perpres 82, Legislator Kalsel: Segera Buat Pergub

Anggota DPRD Kalsel, Wahyudi Rahman menyambut gembira Perpres 82. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Wahyudi Rahman menyambut gembira Perpres Nomor 82 tahun 2021.

Diketahui Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren awal September 2021.

Aturan anyar tersebut mengatur pendanaan penyelenggaraan pesantren dapat bersumber dari masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, sumber lain yang sah dan tidak mengikat serta dana abadi pesantren.

“Artinya ini jadi lampu hijau buat pemerintah dapat memasukkan pesantren dalam APBD,” kata Wahyudi, Jumat (17/9).

Politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan lahirnya Perpers 82 itu sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk pesantren.

Dalamnya mengatur soal pendanaan seperti di pasal 23 mengatur soal dana abadi pesantren.

“Pemerintah menyediakan dan mengelola Dana Abadi Pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan,” demikian bunyi ayat (1) Pasal 23.

Ayat (2) selanjutnya menjelaskan, dana abadi pesantren bertujuan menjamin keberlangsungan program pendidikan pesantren bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi.

Ayat (3) menyebut, pemanfaatan Dana Abadi Pesantren dialokasikan berdasarkan prioritas dari hasil pengembangan dana abadi pendidikan. “Pemanfaatan Dana Abadi Pesantren sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digunakan untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan Pesantren,” demikian bunyi ayat (4).

Aturan ini mengarahkan Pemerintah Daerah menyalurkan dana hibah untuk pesantren.

“Adanya PP ini diharapkan bisa kemudian dibentuk Perda Pergub di daerah,” kata Wahyudi.

Ia mengatakan, di komisinya, sudah merancang draf aturan tentang dana untuk pesantren. Raperda ini sudah diusulkan jauh-jauh hari sebelum PP tersebut diteken.

“Tujuannya tidak lain supaya sarana prasarana di Ponpes makin bagus, karena banyak Kalsel termasuk daerah yang mencetak banyak santri,” ucap pria kelahiran Rantau 40 tahun silam.

Tahun lalu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang saat ini sudah berada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menunggu mendapatkan nomor registrasi.

Komisi IV meminta Biro Organisasi Pemprov Kalsel mendesak Kemendagri agar mempercepat proses registrasi agar Perda tersebut bisa segera diterapkan.

Perda Tentang Penguatan Pendidikan Karakter segera efektif sehingga Pemprov Kalsel bisa sesegera mungkin menganggarkan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) untuk sekolah keagamaan dan Ponpes di Tahun 2021.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

riam kiwa

DPRD Kalsel

Banjir di Banjar, Politisi Perempuan Kalsel Desak Pembangunan Bendungan Riam Kiwa
dprd kalsel

DPRD Kalsel

Masyarakat Berharap Kehadiran Pemprov Kalsel Terasa Hingga Desa
Perpustakaan

DPRD Kalsel

Bang Dhin Bangga IPL Kalsel Tertinggi di Indonesia
apahabar.com

DPRD Kalsel

Sambangi Rumah Banjar, GMNI: Masyarakat Selalu Kalah Saat Bersengketa
Hasanuddin Murad

DPRD Kalsel

Lestarikan Budaya Banua dan Kearifan Lokal, Simak Ajakan Hasanuddin Murad untuk Pelaku Seni di Batola
apahabar.com

DPRD Kalsel

Kerja Sama Jamkrida dan Pemkab Tanbu Jadi Angin Segar untuk UMKM
BUMD Kalsel

DPRD Kalsel

Tingkatkan PAD, Komisi I Dorong Kemitraan BUMD di Kalsel
apahabar.com

DPRD Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Tinjau Lokasi Pembangunan Stadion di HSS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com