Asyik Belanja di Ramayana Banjarmasin, Pelaku Gendam ATM Dingkus Polisi Viral Perkelahian Massal di Siring Banjarmasin: 14 Remaja Diamankan, 1 Bocah SD Siap Siap! Distribusi Air Bersih Sejumlah Wilayah Banjarmasin Terganggu Siang ini Jembatan Alalak Hanya Riak, Habib Banua: Aspirasi Besar Kalsel Adalah Otonomi Khusus Berkuasa, Taliban Buru Harta Karun Paling Berharga Afganistan

Jubir Jokowi: Presiden Tidak Mencampuri Agenda MPR Amandemen UUD 1945

- Apahabar.com     Sabtu, 11 September 2021 - 16:29 WITA

Jubir Jokowi: Presiden Tidak Mencampuri Agenda MPR Amandemen UUD 1945

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fadjroel Rachman menyatakan bahwa Presiden Jokowi tidak akan mencampuri MPR RI terkait amandemen Undang-Undang dasar 1945.

Namun, ia menyebut Jokowi sudah menyatakan sikap politik untuk sejalan dengan UUD 45 yakni masa jabatan hanya dua periode.

“Presiden sudah menunjukkan sikap politik dan ini tidak mencampuri agendanya MPR, kami hanya mengatakan sikap politik Presiden Joko Widodo Bahwa beliau setia pada Undang-Undang Dasar 45,” kata Fadjroel dalam diskusi daring, Sabtu (11/9/2021).

Fadjroel pun mengklaim Jokowi tetap berpegang pada konstitusi khususnya pasal 7 UUD 1945 yang mengatakan Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

“Beliau tegak lurus pada pasal 7 Undang-Undang Dasar 45 dan kemudian beliau juga sudah mengatakan, selain 3 periode perpanjangan pun tidak,” katanya, kutip Liputan6.com.

“Ini sikap politik Presiden, karena kami tidak boleh mencampuri amandemen maupun agenda amandemen,” tambahnya.

Pemerintah Tidak Bisa Melarang

Meski demikian, Fadjroel menyatakan pemerintah juga tidak bisa melarang apabila ada pihak yang mewacanakan amandemen. Ia menyebut wacana dari tiap warga negara adalah hak konstitusional.

“Ini kan hanya hak konstitusional saja kalau berwacana, itu deh yang kita pegang. Sepanjang tidak melanggar hukum, tidak melanggar peraturan undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mahfud: Pemerintah Akan Proses Hukum Penunggang Aksi Anarkis Tolak UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Ria Winata Tolak Keras Ajakan Makan Siang Rp50 Juta dan Range Rover
apahabar.com

Nasional

RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Segera Tuntas

Nasional

Sopir Taksi Online Lampung Tertembak, POM AD Langsung Cek TKP
apahabar.com

Nasional

Viral di Sosmed, Aksi Heroik Bocah 10 Tahun Rela Merenggang Nyawa Lindungi Ibunya dari Pemerkosaan

Nasional

Jadi Ibu Kota, Kementerian Tambah Kouta Jargas Penajam
apahabar.com

Nasional

Reaksi Penderita Asam Lambung Mengetahui Obat Ranitidin Ditarik  
Anggota Wanadri

Nasional

Walhi Soal Anggota Wanadri Meninggal di Meratus: Lanjutan Perjuangan Beliau!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com