Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Banjarmasin Bebas PPKM Level IV, Tracing Covid-19 Kok Turun? Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan

Juventus Masuk Zona Degradasi di Awal Musim, Start Terburuk Dalam 60 Tahun

- Apahabar.com     Senin, 20 September 2021 - 10:00 WITA

Juventus Masuk Zona Degradasi di Awal Musim, Start Terburuk Dalam 60 Tahun

Juventus kembali gagal meraih kemenangan, setelah diimbangi AC Milan, Senin (20/9). Foto: Suara Merdeka

apahabar.com, JAKARTA – Juventus kembali gagal menang di Liga Italia Serie A 2021/2022. Diimbangi AC Milan, Bianconeri pun mencetak start terburuk dalam 60 tahun.

Juventus sebenarnya tampil meyakinkan kontrak AC Milan di Allianz Stadium, Senin (20/9) dini hari.

Mereka sudah berhasil mencetak gol melalui aksi Alvaro Morata di menit 4, setelah memaksimalkan umpan Paulo Dybala.

Namun Juventus kecolongan di menit 76. Berawal sepak pojok Sandro Tonali, bola berhasil disundul masuk gawang oleh Ante Rebic.

Hingga pertandingan berakhir, Juventus gagal mengembalikan keunggulan. Mereka pun harus menerima nasib belum meraih kemenangan di Serie A 2021/2022.

Sebelumnya Juventus imbang sekali melawan Udinese, serta mengalami kekalahan dari Empoli dan Napoli. Rentetan hasil minor ini membuat Juventus beredar di zona degradasi.

Berada di peringkat 18, skuat asuhan Massimiliano Allegri ini hanya lebih baik dari Cagliari dan Salernitana.

Keberadaan Juventus di zona degradasi sendiri terbilang langka untuk klub pengoleksi gelar juara Liga Italia terbanyak ini.

Seperti dilansir BolaSport, kegagalan meraih kemenangan dalam 4 pertandingan perdana, hanya pernah terjadi empat kali dalam sejarah Juventus.

Sebelumnya start seburuk sekarang terjadi di musim 1961/1962, 1955/1956 dan 1942/1943.

Untuk kejadian terakhir di musim 1961/1962, Juventus memperoleh 2 hasil imbang dan 2 kekalahan di awal musim.

Berturut-turut mereka diimbangi Mantova 1-1, dikalahkan Padova 1-2, ditahan Lecco 2-2, sebelum kemudian ditekuk Atalanta 1-3.

Padahal Juventus berstatus juara bertahan dan masih memiliki materi pemain top semodel Omar Sivori dan John Charles.

Akibat awal yang tak memuaskan, Juventus memecat Julius Korostelev dan digantikan Carlo Parola.

Perubahan itu membuahkan hasil di pekan kelima, ketika Juventus berhasil mengalahkan AS Roma 1-0. Namun akibat start buruk, Juventus tidak mampu mengejar AC Milan dan Inter Milan.

AC Milan yang meraih 3 kemenangan dan sekali imbang di pekan-pekan awal, akhirnya menjadi juara Liga Italia 1961/1962. Adapun Juventus finis di peringkat 13.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Liverpool

Sport

Puasa Gol di Anfield 384 Menit, Liverpool Ulangi Catatan Buruk 36 Tahun

Sport

Yamaha Petronas Gaet Andrea Dovizioso, Franco Morbidelli Promosi ke Pabrikan
apahabar.com

Sport

Gaet Pemain Liga 2 dan 3, Hasnur: Rekrutmen Sesuai Kebutuhan
apahabar.com

Sport

Persebaya vs Barito Live Indosiar, Tekad Yunan Lanjutkan Tren Positif
apahabar.com

Sport

Kans Ferdiansyah Jalani Debut Liga 1 2019 Bersama Barito
apahabar.com

Sport

Peselancar Wanita Berkebaya Peringati Hari Kartini di Pantai Kuta
apahabar.com

Sport

Lazio Jadi Penantang Serius Perburuan Scudetto
apahabar.com

Sport

Rio Haryanto Bertekad Lebih Baik di Seri ke-2 Blancpain GT Series Asia Thailand
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com