OTT di Amuntai dan Sejarah Korupsi di Kalsel yang Sudah Ada Sejak Zaman Kesultanan Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas

Kalteng Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung ke Jawa

- Apahabar.com     Minggu, 5 September 2021 - 17:42 WITA

Kalteng Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung ke Jawa

Upaya penyelundupan 2.044 burung berhasil digagalkan di Pelabuhan Penyeberangan Tempenek, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Sabtu (4/9). Foto-Antara

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Karantina Pertanian Palangka Raya, Kalteng berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan burung.

Terdapat 2.044 burung yang ingin diselundupkan dari Kotawaringin Barat, Kalteng ke Pulau Jawa.

Penyelundupan itu gagal berkat kerja sama Karantina Pertanian Palangka Raya Wilayah Kerja Pangkalan Bun dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelabuhan Penyeberangan Tempenek Kumai dan KP3 Kumai.

“Saat memeriksa kendaraan pada Sabtu (4/9), petugas kami di lapangan menemukan kendaraan yang memuat hewan, informasi tersebut lalu kami sampaikan ke pejabat karantina yang berjaga,” kata Kepala UPT Pelabuhan Penyeberangan Tempenek Didik, di Pangkalan Bun dilansir Antara, Minggu (5/9).

Selanjutnya, Polisi Khusus Karantina Rino yang berjaga mengatakan, usai menerima informasi adanya truk fuso membawa komoditas hewan dalam jumlah banyak, langsung melakukan pemeriksaan.

“Setelah diperiksa, kami mendapati komoditas hewan yakni berbagai jenis burung dan tidak dilaporkan kepada pejabat karantina,” ujarnya pula.

Tindakan ini melanggar ketentuan pidana UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Tumbuhan dan Ikan, Pasal 87 ayat a dan c.

“Ancaman pidananya yakni hukuman tiga tahun penjara dan denda sebanyak Rp 3 miliar,” katanya lagi.

Dokter Hewan Karantina Palangka Raya Wilayah Kerja Pangkalan Bun Tri menambahkan, burung-burung tersebut juga tidak dilengkapi dokumen karantina yang dipersyaratkan, sehingga selanjutnya pihaknya melakukan penahanan.

Adapun sebagian besar jenis burung yang diamankan termasuk kategori dilindungi, dan pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan selanjutnya.

“Sesuai ketentuan dalam UU Nomor 21 Tahun 2019 dalam penyelenggaraan karantina, Karantina Pertanian memiliki tugas mencegah masuk, tersebar dan keluarnya HPHK dan OPTK, serta melakukan pengawasan dan pengendalian tumbuhan dan satwa liar,” kata dia pula.

Burung-burung yang berhasil digagalkan dalam upaya penyelundupan tersebut, terdiri dari jenis kolibri 1.515 ekor, pleci 203 ekor, srindit 30 ekor, jalak 26 ekor, beo 15 ekor, kacer 108 ekor, murai batu 35 ekor, cendet 11 ekor, cucak ijo 83 ekor, dan cucak jengot 18 ekor yang dikemas dalam kardus maupun kotak buah sebanyak 56 koli.

Ribuan ekor burung tanpa dokumen tersebut akan dilalulintaskan menuju Kendal, Jawa Tengah menggunakan KMP Kalibodri dari Pelabuhan Penyeberangan Tempenek, Kumai.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Usai Habisi Paman dan Bibi, Pemuda di Murung Raya Hendak Bunuh Diri
Kakak Kandung Gubernur Kalteng

Kalteng

Luluhkan Hati Kakak Kandung Gubernur Kalteng, Berikut Sepak Terjang Thisia Halijam!
Posko PPKM Kelurahan Selatan Utara, Kecamatan Selat, Kapuas. Foto/Istimewa

Kalteng

Selama PPKM, Kelurahan Selat Utara Siapkan Jasa Ojek Online

Kalteng

Kepergok Rekam Perempuan Mandi, Pemuda di Palangka Raya Diamankan Warga
Personel BPBD Kabuaten Kapuas saat memantau kondisi banjir di wilayah hulu Kapuas. Foto-Istimewa

Kalteng

Banjir di Hulu Kapuas Berangsur Surut

Kalteng

Angker! Warga Anjir Kalampan Kapuas Minta Jembatan Ini Dipasang Lampu Penerangan
Testing Covid-19

Kalteng

Testing Covid-19 di Kalteng Lampaui Target Nasional
apahabar.com

Kalteng

Terkait Hak Angket, Berikut Tanggapan Plt Sekda Kapuas Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com