Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Kasus Oknum Dosen Cabul, Kak Seto Dorong Pemkot Balikpapan Bentuk Satgas Perlindungan Anak

- Apahabar.com     Selasa, 14 September 2021 - 17:29 WITA

Kasus Oknum Dosen Cabul, Kak Seto Dorong Pemkot Balikpapan Bentuk Satgas Perlindungan Anak

Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau Kak Set. Foto-detikcom

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kasus pencabulan yang dilakukan oknum dosen sekaligus mantan bakal calon (bacalon) Wali Kota Balikpapan berinisial AL rupanya terdengar sampai ke ranah nasional.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto ini turut mengecam tindakan AL.

Apalagi AL kerap aktif bersuara dalam bidang perlindungan anak membuat Kak Seto menyayangkan hal tersebut. Menurut Kak Seto kasus ini kembali terulang dan kembali menjadi atensi pemerintah daerah.

“Kasus ini memprihatinkan sekali, pasti kita semua marah setiap mendengar ada kasus seperti ini terulang. Namun, kita juga mesti memikirkan langkah preventif atau pencegahan,” katanya saat dihubungi media ini pada Selasa (14/9).

Kak Seto lebih menyoroti soal kasus pencabulan harus mendapat tanggapan serius bagi pemerintah setempat. Ia pun mendorong Pemkot Balikpapan untuk membentuk Satgas Perlindungan Anak guna meminimalisir tindak kekerasan dan pelecehan seksual pada anak.

“Misal membentuk seksi perlindungan anak di tingkat RT maupun RW. Artinya kepedulian dan keterlibatan masyarakat mesti ditingkatkan. KPAI dan KPAID sendiri tak akan mampu,” ujarnya.

Dengan adanya seksi perlindungan anak di tingkat RT diharapkan mampu menekan jumlah kekerasaan seksual terhadap anak. Sekaligus bisa melakukan kampanye soal perlindungan anak termasuk hukuman kebiri bagi pelaku predator anak.

“Jadi di situ bisa disampaikan soal ancaman hukuman kebiri kimia bagi pelaku kekerasan seksual pada anak. Namun kita juga mendorong komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Serta kepedulian masyarakat sekitarnya, sebab biasanya kasus ini melibatian orang terdekat,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa sudah ada beberapa daerah yang membentuk Satgas Perlindungan Anak di tingkat RT, yakni Tangerang Selatan, Kabupaten Banyuwangi, Bengkulu Utara, lalu keempat Bekasi. Kak Seto mengatakan keempat daerah tersebut mampu menekan dan meminimalisir kasus kekerasan seksual sejak Seksi Perlindungan Anak dibentuk.

“Siapa tahu di Balikpapan sudah ada instruksi dari Wali Kota untuk membentuk Seksi Perlindungan Anak ditingkat RT. Jadi masyarakat juga ikut diberdayakan. Sudah cukup banyak yang bisa ditekan jumlahnya, kemudian masyarakat bisa cepat melapor. Kemudian bisa upaya preventif karena bisa sosialisasikan soal kekerasan pada anak,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Siram Anak Sendiri Pakai Air Mendidih

Kaltim

Siram Anak Sendiri Pakai Air Mendidih, Residivis Narkoba Diringkus Polresta Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

2020, Target Pendapatan APBD Penajam Naik
Listrik

Kaltim

Dampak Pemadaman Listrik di Kaltim, Ikan Warga Peliharaan Mati!
RPH

Kaltim

RPH Balikpapan Kebanjiran Potong Hewan Kurban Saat Pandemi, Segini Harganya

Kaltim

Besok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mulai Terapkan Tes GeNose
Zona Merah

Kaltim

Zona Merah Covid-19 Balikpapan Berubah Orange, Masjid Ar Rahmah Masih Belum Boleh Buka
Pria Tercebur

Kaltim

Pria Tercebur di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal Dunia

Kaltim

Breaking News! Pemukiman Warga di Gunung Malang Balikpapan Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com