Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Kasus Salah Tangkap di HST Disorot, Praktisi Hukum Sentil Prosedur Penangkapan

- Apahabar.com     Senin, 13 September 2021 - 12:39 WITA

Kasus Salah Tangkap di HST Disorot, Praktisi Hukum Sentil Prosedur Penangkapan

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus salah tangkap oknum polisi di Hulu Sungai Tengah (HST) terhadap anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Muhammad Rafi’i, jadi sorotan Direktur Borneo Law Firm, Muhammad Fazri, Senin (13/9).

Praktisi hukum Kalsel ini berpendapat jika itu benar, maka dapat disimpulkan telah terjadi kesalahan prosedur. Terutama dalam langkah-langkah kerja yang diambil oknum polisi tersebut.

“Ini menunjukkan penyimpangan prosedur dan mengabaikan landasan hukum termasuk ada yang salah pada SDM oknum tim kepolisian yang menangkap mahasiswa tersebut,” ungkap Pazri kepada apahabar.com.

Kejadian salah tangkap bukan kali ini saja di Indonesia. Meminjam catatan Kontras pada periode Juli 2020 – Mei 2021 terdapat 12 kasus salah tangkap.

Kemudian 80 kasus penyiksaan, perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia.

“Ini harus menjadi atensi Kapolri dan Kapolda Kalsel evaluasi bersama dan total bagi kepolisian dalam mewujudkan polisi Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan),” kata Pazri.

Dijelaskannya, dalam bertindak termasuk operasi penangkapan terduga pelaku kejahatan, aparat kepolisian sudah seharusnya berpatokan pada Standar Operasional Prosedur (SOP).

Aturan mainnya jelas termaktub dalam Undang-undang Hukum Acara Pidana, Pasal 17 KUHAP, Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian dan Perkapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyelidikan Tindak Pidana Pasal 33 Jo Pasal 37.

Dalam operasi penangkapan polisi sudah mesti memiliki surat tugas. Perihal pelanggaran pasal yang dilakukan harus jelas, sudah ada target menjadi terduga kuat, bukti permulaan yang cukup, dan terpenting adanya surat perintah penangkapan, serta tak boleh sewenang-wenang.

“Itu syarat, wajib menjadi pedoman, mekanisme, tata cara prosedur, itu norma jadi harus ditaati dalam proses penyelidikan atau penyidikan di lapangan,” imbuh Pazri.

Pazri berpendapat, kejadian salah tangkap di HST dikarenakan oknum polisi yang bertugas telah mengabaikan pedoman dan prosedur tersebut.

Demi kepentingan pemeriksaan, polisi tak boleh bertindak sewenang-wenang. Orang yang akan diperiksa harus bebas dari tekanan, apalagi sampai menggunakan kekerasan.

“Jika benar hal tersebut, kasus salah tangkap oleh polisi sudah tak bisa ditoleransi lagi, institusi kepolisian harus memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi yang melakukan salah tangkap demi mendukung terwujudnya polisi Presisi,” ucap Pazri.

Ia menjelaskan, jika pelanggan SOP benar terjadi hingga berujung salah tangkap, maka oknum polisi yang bersangkutan perlu mendapat sanksi. Tak hanya disiplin, bisa saja pidana karena telah melakukan penganiayaan.

Tentunya di era sekarang ini, bukan zamannya lagi penanganan kasus-kasus dan permasalahan masyarakat menyisipkan unsur kekerasan. Tapi bisa diubah dengan metode pendekatan kultural dan sosial.

“Hal ini dimaksudkan agar polisi dalam bertugas lebih profesional, lebih hati -hati, teliti dan memiliki bukti yang valid, bukan asal tangkap dan kasus semacam ini tak terulang lagi,” pungkasnya.

Polres HST Angkat Bicara Soal Dugaan Salah Tangkap Hingga Pemukulan Anggota HMI

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DPRD: Kalsel Sehat Jadi Prioritas
Vaksinasi

Kalsel

Divaksin Dosis Kedua, Kepala Rutan Tanjung Lega
apahabar.com

Kalsel

Haris-Ilham Ingin Jadikan Kampung Biru Banjarmasin Sebagai Sentra Kuliner Apung
apahabar.com

Kalsel

Deretan Para Juara Lomba Perpustakaan dan Bercerita di HST
apahabar.com

Kalsel

Tiba di Kalsel, Wamen PUPR Ingin Serap Aspirasi untuk Program ke Depan

Kalsel

Korsleting Listrik, 3 Rumah di Cerbon Batola Terbakar
apahabar.com

Kalsel

BPJS Kesehatan Barabai Siap Jamu Jamaah Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

BNNK Banjarbaru Rangkul Kelurahan Tangani Rehabilitasi Pengguna Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com