Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

Terungkap, Keberadaan Bupati HSU Abdul Wahid Saat Penggeledahan KPK

- Apahabar.com     Minggu, 19 September 2021 - 18:56 WITA

Terungkap, Keberadaan Bupati HSU Abdul Wahid Saat Penggeledahan KPK

KPK terus melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati HSU Abdul Wahid hingga Minggu petang. apahabar.com/Hendri

apahabar.com, AMUNTAI – Teka-teki keberadaan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid akhirnya terpecahkan.

Ketua RT 03, Syaiful memastikan sang bupati masih berada di dalam rumah.

“Bupati ada di dalam rumah jabatan,” ujarnya sambil berlalu kepada apahabar.com di lokasi penggeledahan, Minggu (19/9) petang.

Hal demikian secara tersirat juga dibenarkan oleh Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan.

“Saat ini penggeledahan belum selesai dan masih di kediaman dengan KPK,” ujar Afri, dihubungi terpisah.

Saat ini, KPK terus menggeledah rumah dinas sang bupati. Penggeledahan juga menyasar kediaman Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, HSU, Maliki pada Sabtu (18/9) malam.

Di kediaman Wahid, penggeledahan dilakukan KPK mulai sekitar pukul 13.00. Penggeledahan ini di-backup oleh delapan polisi dari Mapolres HSU. Selain polisi dan penyelidik KPK, tampak sejumlah anggota Satpol PP berjaga di dalam kediaman Bupati HSU.

“Saya tidak mengetahui bupati ada atau tidak di dalam,” ujar salah seorang petugas Satpol PP yang berjaga di kediaman bupati HSU.

Sampai saat ini penggeledahan masih berlangsung. Sejumlah warga mulai mengerumuni depan rumah jabatan tersebut.

“Bupati tadi pagi terlihat joging di Lapangan Pahlawan bersama dua anggota keluarganya. Jadi diperkirakan dia masih berada di dalam rumah jabatan,” kata Udin (45), warga setempat.

Untuk diketahui, penggeledahan buntut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu (15/9) malam.

Dari OTT itu, KPK mengamankan Maliki dan dua kontraktor, Marhaini (MH), dan Fachriadi (FH). KPK menyita Rp345 juta yang diduga hasil suap atas proyek rehabilitasi di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Banjang dan Kayakah.

Konstruksi Kasus

Dinas PU HSU merencanakan lelang dua proyek irigasi, yaitu rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Kayakah, Amuntai Selatan dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp1,9 miliar. Dan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Karias, Amuntai Tengah senilai Rp1,9 miliar.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Barang bukti yang diamankan Polsek Amuntai Kota. Foto-Istimewa

HSU

Sempat Kucing-kucingan, Pria di HSU Terjebak Under Cover Buy
KH Asmuni atau Tuan Guru Danau. Foto-net

HSU

Polres HSU Berjaga-jaga Jelang Nisyfu Sya’ban, Begini Tanggapan Guru Danau
Petugas saat melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah pelaku. Foto - Istimewa.

HSU

Simpan Sabu di Seragam Sekolah, Pemuda di Amuntai Ditangkap Polisi
Telaga Langsat

HSU

Ingin Pukul Ibunya, Seorang Adik di Telaga Langsat HSS Tikam Kakak hingga Tewas
Penganiayaan

HSU

Tak Sampai 1 Jam, Pelaku Penganiayaan di Manarap Hulu HSU Ditangkap Polisi

HSU

Gasak Belasan Gas Melon, Seorang Warga HST Ditangkap Jatanras HSU

HSU

Pasarkan Judi Togel Online, Warga Amuntai Disergap Polisi HSU
Polres HSU

HSU

Polres HSU Digenangi Air, Tahanan Dititipkan Ke Lapas Amuntai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com