Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik! Heboh Narkoba ‘Prangko Dahsyat’ Banjarmasin, BNN Turun Tangan

Kekerasan Seksual Anak di Kalsel Jadi Perhatian, Penyintas Sampai Alami Gangguan Jiwa

- Apahabar.com     Jumat, 17 September 2021 - 11:09 WITA

Kekerasan Seksual Anak di Kalsel Jadi Perhatian, Penyintas Sampai Alami Gangguan Jiwa

Ilustrasi. Foto: Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Selama pandemi Covid-19 kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kalimantan Selatan (Kalsel) jadi perhatian.

Data yang masuk ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalsel mencatat ada 8 kasus kekerasan seksual terhadap remaja di bawah umur.

Angka tersebut diperoleh dari periode Januari 2020 sampai April 2021.

Kepala UPTD PPA Kalsel, Riko Ijami, mengungkapkan latar belakang pelecehan yang dialami anak beragam.

“Tapi ada memang yang orang dekat si korban [anak],” ungkapnya kepada apahabar.com, Jumat (17/9).

Lebih parah, lanjut Riko, perbuatan keji tersebut berdampak pada psikis anak. Ironis, bahkan sampai ada yang mengalami gangguan jiwa.

Alhasil, penyintas terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum untuk diberi perawatan dan pendampingan.

“Bisa sampai bertahun-tahun itu. Karena kalau cuma dirawat di rumah tidak bakal sembuh-sembuh,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini mesti jadi perhatian serius. Kendati beberapa korban sudah ditangani, Riko berharap kondisi seperti ini tidak terjadi lagi.

Perlu diketahui, UPTD PPA berbeda dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kalsel.

Riko memaparkan tupoksi pihaknya terbatas. UPTD hanya melayani konsultasi, rujukan hingga pendampingan. Bahkan data kasus kekerasan antara UPTD dengan Dinas P3A Kalsel dipastikan berbeda jauh.

“UPTD hanya menerima kasus rujukan dan yang menjadi kewenangan kami misalnya kasus lintas kabupaten kota atau provinsi,” tambahnya.

Bisa juga di kabupaten/kota yang sama, namun pemerintah setempat tak sanggup menangani kasus tersebut.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sepekan Diburu, Tim Gabungan Ringkus Terduga Pembunuh di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Diduga Cemari Sekolah, Hotel Pyramid Terancam Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: 4 Pasien Sembuh dan 3 Orang Positif
Ibnu Sina

Banjarmasin

Ibnu Sina Terkejut PPKM Level IV Banjarmasin Diperpanjang hingga 2 Pekan
Pasien Covid-19

Kalsel

Pasien Covid-19 Tanbu Sisa 37 Orang
apahabar.com

Kalsel

Jika Pandemi Covid-19 Usai, Ini Tempat Wisata Rekomended di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Awali Ziarah Makam Abah Anang Djazouli, Pasangan H Rusli-Guru Fadlan Mantap Serahkan Berkas ke KPUD Kabupaten Banjar
apahabar.com

Kalsel

Lantik Dewan Pendidikan, Harapkan IPM Kalsel Meningkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com