Asyik Belanja di Ramayana Banjarmasin, Pelaku Gendam ATM Dingkus Polisi Viral Perkelahian Massal di Siring Banjarmasin: 14 Remaja Diamankan, 1 Bocah SD Siap Siap! Distribusi Air Bersih Sejumlah Wilayah Banjarmasin Terganggu Siang ini Jembatan Alalak Hanya Riak, Habib Banua: Aspirasi Besar Kalsel Adalah Otonomi Khusus Berkuasa, Taliban Buru Harta Karun Paling Berharga Afganistan

Kelas Dipisah, Taliban Juga Perintahkan Mahasiswi Tutupi Wajah

- Apahabar.com     Senin, 6 September 2021 - 11:01 WITA

Kelas Dipisah, Taliban Juga Perintahkan Mahasiswi Tutupi Wajah

Kelompok Taliban. Foto-AP/Rahmat Gul

apahabar.com, JAKARTA – Taliban memerintahkan para wanita yang kuliah di universitas swasta Afghanistan untuk mengenakan abaya dan niqab, yang menutupi sebagian besar wajah. Kelas pun harus dipisahkan berdasarkan jenis kelamin  atau setidaknya dipisah dengan tirai.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (6/9/2021), dalam dokumen panjang yang dikeluarkan oleh otoritas pendidikan Taliban, mereka juga memerintahkan agar siswa perempuan hanya diajar oleh dosen perempuan, tetapi jika itu tidak memungkinkan maka “pria tua” yang berkarakter baik bisa menjadi dosen.

Dekrit itu berlaku untuk perguruan tinggi dan universitas swasta, yang telah menjamur sejak pemerintahan pertama Taliban berakhir pada 2001.

Selama periode itu, kaum perempuan sebagian besar tak bisa bersekolah karena aturan tentang kelas sesama jenis dan desakan mereka harus ditemani oleh kerabat laki-laki setiap kali mereka meninggalkan rumah.

Tidak ada perintah bagi wanita untuk mengenakan burqa dalam peraturan baru yang dikeluarkan Taliban pada Sabtu (4/9) malam tersebut, tetapi niqab secara efektif menutupi sebagian besar wajah, hanya menyisakan mata yang terbuka.

Dalam beberapa tahun terakhir, burqa dan niqab sebagian besar telah menghilang dari jalan-jalan Kabul, ibu kota Afghanistan, tetapi terlihat lebih sering di kota-kota kecil.

Keputusan itu muncul saat universitas swasta bersiap untuk dibuka pada hari Senin (6/9) ini.
“Universitas diharuskan merekrut dosen perempuan untuk siswa perempuan berdasarkan fasilitas mereka,” demikian keputusan Taliban, dan bahwa laki-laki dan perempuan harus menggunakan pintu masuk dan keluar yang terpisah, kutip Detik.com.

Disebutkan bahwa jika tidak mungkin mempekerjakan dosen perempuan, maka perguruan tinggi “harus mencoba mempekerjakan dosen laki-laki tua yang memiliki catatan perilaku yang baik”.

Sementara perempuan sekarang harus belajar secara terpisah, mereka juga harus mengakhiri pelajaran mereka lima menit lebih awal dari laki-laki untuk menghentikan mereka berbaur di luar.

Mereka kemudian harus tinggal di ruang tunggu sampai rekan-rekan mereka meninggalkan gedung, demikian menurut dekrit yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Taliban.

“Praktiknya, ini adalah rencana yang sulit – kami tidak memiliki cukup instruktur atau kelas perempuan untuk memisahkan para gadis,” kata seorang profesor universitas, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

“Tetapi fakta bahwa mereka mengizinkan anak perempuan bersekolah dan masuk universitas adalah langkah positif yang besar,” katanya kepada AFP.
Para penguasa baru Afghanistan telah berjanji untuk lebih akomodatif daripada selama tugas pertama mereka berkuasa, yang juga terjadi setelah bertahun-tahun konflik  pertama invasi Soviet tahun 1979, dan kemudian perang saudara berdarah.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Update Hasil Pilpres AS, Biden Tinggal 6 Suara, Trump Ajukan Gugatan Setop Penghitungan di Michigan
Covid-19 Malaysia

Internasional

Covid-19 Malaysia Meledak, PM Baru Ajak Bersatu Lawan Pandemi
apahabar.com

Internasional

Puluhan Ribu Muslim di Pakistan, Bangladesh dan Palestina Protes Pernyataan Presiden Prancis

Internasional

Menteri Malaysia Mundur Imbas Kisruh Status Darurat Covid
Pesepakbola David Beckham

Internasional

Viral, David Beckham Ucapkan Selamat Idulfitri dengan Bahasa Indonesia
Menlu RI

Internasional

Indonesia Bahas Kerja Sama dengan Italia dan Kanada
apahabar.com

Internasional

Presiden Rouhani Sebut 25 Juta Warga Iran Terinfeksi Covid-19

Internasional

‘Paman Legend’ Ng Man-tat Meninggal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com