Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang

Keluhkan Cuaca dan Kualitas Air, Pembudidaya Ikan di Labuan Tabu Martapura Rugi Ratusan Juta

- Apahabar.com     Kamis, 23 September 2021 - 00:00 WITA

Keluhkan Cuaca dan Kualitas Air, Pembudidaya Ikan di Labuan Tabu Martapura Rugi Ratusan Juta

Bukhairin (34) pembudidaya kolam ikan di Desa Labuan Tabu, Martapura saat menunjukkan bibit ikan mati yang disemainya. Foto-apahabar.com/Mada Al Madani

apahabar.com, MARTAPURA – Pembudidaya ikan di Desa Labuan Tabu, RT. 003, Martapura, Kabupaten Banjar menjerit. Pasalnya, dia kerugian ratusan juta karena cuaca tak tentu dan kualitas air yang buruk.

“Dari awal pasca banjir kita melakukan perbaikan kolam kemudian ketika kita menabur benih ikan lagi itu banyak yang mati, untuk kerugian kita mencapai ratusan juta rupiah,” jelas Bukhairin (34), salah satu pembudidaya kolam ikan, Rabu (22/9) sore.

Menurutnya kematian ikan tersebut dikarenakan cuaca saat ini yang tidak stabil.

“Saat ini yang seharusnya musim kemarau, namun hujan, yang mengakibatkan ikan tidak bisa bertahan dan banyak yang mati,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Bukhairin menjelaskan kualitas air yang buruk pasca bencana banjir besar yang menimpa Kalimantan Selatan beberapa bulan lalu juga menjadi faktor utama dalam permasalahan yang dihadapi oleh pihaknya.

“Dari awal banjir hingga saat ini kita tidak mendapat keuntungan malah kerugian saja yang kita dapat,” tambah Bukhairin.

Bibit ikan yang ditaburnya dari umur tiga bulan sekitar 90 persen sudah mati, bahkan ada pembudidaya ikan lain yang kehilangan mencapai 2 juta bibit ikan akibat insiden tersebut.

“Ada yang 2 juta ekor menebar bibit patin, papuyu dan bawal sama saja mati semua,” jelasnya.

Tidak tanggung-tanggung pihaknya telah mengupayakan segala cara untuk mengobati bibit ikan yang diambang kebangkrutan tersebut, dari pemberian Vitamin C dan juga Inrofloxs serta obat-obatan lainnya.

“Segala macam cara sudah kita lakukan, namun sampai saat ini sudah ribuan bibit ikan yang kita tebar mati,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bukhairin mengharapkan dinas terkait bisa datang langsung untuk melihat serta memberikan jalan keluar kepada pihaknya dalam mengatasi permasalah yang tengah dialami.

“Setidaknya memberikan masukan untuk mengurangi kematian ikan yang kita budidayakan ini,” harapnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Komunikasi Publik

Kabupaten Banjar

Ukur Kualitas Pelayanan, Polres Banjar Gelar Komunikasi Publik
Hari Ibu

Kabupaten Banjar

Peringati Hari Ibu ke-92, Ini Pesan Ketua PKK Banjar
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Keren, Ada Program Tukar Sampah Dapat Sembako di Sekumpul
Korban Banjir Banjar

Kabupaten Banjar

Korban Banjir Banjar Mulai Kosongkan Pos Pengungsian di Banjarbaru

Kabupaten Banjar

Lagi, Kepala Desa di Kabupaten Banjar Tersandung Kasus Korupsi
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pelantikan Pejabat Fungsional Kabupaten Banjar Didominasi Guru dan Tenaga Kesehatan
Korpri Banjar

Kabupaten Banjar

Korpri Banjar Dikukuhkan, Bupati Saidi Harap Beri Pelayanan Terbaik untuk Publik
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Keluarga Korban Kesetrum di Martapura Dapat Santunan Puluhan Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com