Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang OTT KPK di Amuntai HSU, Satgas Pinjam Ruang Polres Operasi Senyap KPK di Amuntai HSU, Polda Belum Pastikan

Kesehatan Membaik, Polisi Siap Jemput Yahya Waloni

- Apahabar.com     Kamis, 2 September 2021 - 18:17 WITA

Kesehatan Membaik, Polisi Siap Jemput Yahya Waloni

Tangkapan layar video amatir saat Muhammad Yahyu Waloni tiba di Gedung Bareskrim Polri Jakarta, Kamis (26/8/2021). Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kondisi kesehatan penceramah Muhammad Yahya Waloni (MYW) kini sudah semakin membaik. Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama itu siap dijemput polisi dan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

“Saat ini kondisi MYW sudah sehat dan tidak ada keluhan lagi dan tim dokter menyatakan saudara MYW sudah bisa menjalani rawat jalan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (2/9).

Membaiknya kondisi Muhammad Yahya Waloni maka penyidikan atas perkara dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama segera dilanjutkan setelah yang bersangkutan di jemput oleh penyidik Bareskrim Polri.

“Pihak Rumah Sakit Polri sudah meminta penyidik menjemput saudara MYW untuk mengambil kembali sesuai prosedur yang berlaku,” kata Ramadhan.

Saat ditanyakan kapan Muhammad Yahya Waloni akan dijemput dari RS Polri ke Bareskrim Polri, Ramadhan mengatakan akan menyampaikan perkembangan informasinya. “Nanti kalau sudah dijemput saya informasikan,” ucap Ramadhan.

Yahya Waloni ditangkap pada Kamis (26/8), sekitar pukul 17.00 WIB di Perumahan Permata, Klaster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dasar penangkapan Yahya atas Laporan Polisi Nomor 0287/IV/2021/BareskrimPolri, tanggal 27 April 2021. Yahya dilaporkan karena telah melakukan suatu tindakan pidana yaitu berupa ujaran kebencian berdasarkan SARA dan juga penodaan terhadap agama tertentu melalui ceramah yang diunggah pada video di akun YouTube Tri Datu.

Dari perbuatan yang telah dilakukannya, Yahya disangkakan dengan beberapa pasal antara lain pasal dalam UU ITE Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 45a ayat (2) di mana dalam pasal tersebut diatur bahwa dengan sengaja dan tidak sah menyebarkan informasi yang akan menyebabkan permusuhan, kebencian berdasarkan SARA. Lalu, juga disangkakan Pasal 156 huruf a KUHPidana, yaitu melakukan penodaan terhadap agama tertentu.

Yahya Waloni terancam pidana penjara selama enam tahun.

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible (Injil) tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sebelum Dikubur, Korban Pembunuhan di Tamban Sempat Direkayasa Hilang
Dokter Lois

Nasional

Soal Klaim Interaksi Obat Dokter Lois, Begini Penjelasan Prof Zullies Ikawati
apahabar.com

Nasional

Imbas Covid-19, Pendapatan Negara Diproyeksikan Turun
apahabar.com

Nasional

Menpar Ingin Pegunungan Meratus Jadi Geopark Internasional UNESCO

Nasional

Misteri Perkataan Aminah, Istri yang Tewas Ditikam di Kandangan
apahabar.com

Nasional

Sejarah Ganja Masuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

20 Orang Homoseksual Idap HIV Aids Dibina
apahabar.com

Nasional

Rusuh Papua, Ratusan Napi Lapas Sorong Masih Kabur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com