Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Komnas HAM Berharap Jangan Sampai Korban Pelecehan Seksual di KPI Kembali Dirundung

- Apahabar.com     Senin, 6 September 2021 - 07:39 WITA

Komnas HAM Berharap Jangan Sampai Korban Pelecehan Seksual di KPI Kembali Dirundung

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. Foto-detikcom/Laras Devi

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berharap terduga korban kekerasan seksual dan perundungan oleh rekan kerjanya di KPI jangan sampai kembali dirundung akibat kesulitan mencari alat bukti terhadap kasus yang menimpanya.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan tak ingin berspekulasi soal pencarian alat bukti untuk menguatkan laporan korban berinisial MS tersebut.

“Kita akan meminta keterangan terlebih dahulu seperti apa, dan kita akan koordinasi seperti apa, supaya korban juga tidak menjadi korban untuk kedua kalinya,” kata Beka di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (6/9).

Komnas HAM saat ini masih menunggu konfirmasi kedatangan MS bersama dengan penasihat hukum untuk memberikan keterangan. Pihaknya pun membuka opsi agar MS dapat berkomunikasi secara virtual, jika kondisi korban belum merasa nyaman dan kuat untuk datang secara langsung.

“Jadi untuk besok kalau memang MS mau ke Komnas HAM saya tunggu, tapi kalau yang bersangkutan dan pendamping, penasihat hukumnya mau memberikan keterangan lewat zoom, tidak ada masalah,” kata Beka.

Sebelumnya pada Jumat (3/9), Komnas HAM batal menggali informasi terkait pengaduan MS, salah seorang pegawai KPI yang menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual oleh rekan kerja di lembaga itu. MS batal memenuhi undangan Komnas HAM pada Jumat (3/9) lalu karena sedang beristirahat usai menjalani rangkaian pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (2/9).

Adapun kasus perundungan dan kekerasan seksual yang dialami MS diketahui melalui pesan berantai yang disebar di sejumlah grup media pada Rabu (1/9) malam. Dalam pesan berantai di aplikasi perpesanan, MS mengaku telah menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh tujuh pegawai di Kantor KPI Pusat selama periode 2011-2020.

Dalam pengakuannya, MS mengalami trauma dan stres akibat pelecehan seksual dan perundungan yang menjatuhkan martabat dan harga diri korban.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tiket Mahal, BPKN Minta Kemenhub Cabut Aturan Tarif Batas Bawah Pesawat
apahabar.com

Nasional

6 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Beruntun  di Tol Cipularang
apahabar.com

Nasional

KPK Tunjuk Brigjen Pol Setyo Budi Plt Direktur Penyidikan
apahabar.com

Nasional

Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Penyiraman Air Keras: ‘Bukan Saya, Kalian Salah Orang’
apahabar.com

Nasional

Masuk Tahun Politik, JK: Jangan Lupakan Ekonomi

Nasional

Hari Ini Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 45.494

Nasional

Warga Korban Tsunami Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama
apahabar.com

Nasional

Jokowi Intruksikan Strategi Gas dan Rem Jangan Kasih Kendur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com