OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

KPK Tahan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Terkait Korupsi Proyek Infrastruktur

- Apahabar.com     Sabtu, 4 September 2021 - 00:18 WITA

KPK Tahan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Terkait Korupsi Proyek Infrastruktur

KPK akhirnya tahan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Selain Budhi, KPK juga menahan pihak swasta Kedy Afandi yang merupakan orang kepercayaan Bupati Budi.

Budi dan Kedy ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan proyek infrastruktur di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara dan penerimaan gratifikasi.

“Tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan para tersangka untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 3 September 2021 sampai dengan 22 September 2021,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Jumat (3/9/2021).

Budhi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Kavling C1. Sementara Kedy ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sebelum ditahan, keduanya akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

“Sebagai langkah mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rutan masing-masing,” kata Firli.

KPK menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (BS) dan pihak swasta Kedy Afandi (KA) yang merupakan orang kepercayaan Bupati Budhi. Keduanya dijerat dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan proyek infrastruktur di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara dan gratifikasi.

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula saat Budhi dilantik menjadi Bupati Banjarnegara pada 2017. Saat itu Budhi memerintahkan Kedy yang merupakan tim suksesnya untuk memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh para perwakilan asosiasi jasa konstruksi di Kabupaten Banjarnegara yang bertempat di salah satu rumah makan.

Pada pertemuan tersebut, sebagaimana perintah dan arahan Budhi, Kedy menyampaikan bahwa paket proyek pekerjaan akan dilonggarkan dengan menaikkan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai 20 % dari nilai proyek dan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan paket proyek dimaksud diwajibkan memberikan komitmen fee sebesar 10 % dari nilai proyek.

Pertemuan lanjutan kembali dilaksanakan di rumah kediaman pribadi Budhi yang dihadiri oleh beberapa perwakilan asosiasi Gapensi Banjarnegara. Secara langsung Budhi menyampaikan akan menaikkan HPS senilai 20 % dari harga saat itu, dengan pembagian lanjutan, senilai 10 % untuk Budhi sebagai komitmen fee dan 10 % sebagai keuntungan rekanan.

Budhi juga berperan aktif ikut memantau langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur, di antaranya membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR, mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Kedy juga selalu dipantau serta diarahkan oleh Budhi saat melakukan pengaturan pembagian paket pekerjaan yang nantinya akan dikerjakan oleh perusahaan milik Budhi yang tergabung dalam grup Bumi Redjo (BM).

Penerimaan komitmen fee senilai 10 % oleh Budhi dilakukan secara langsung maupun melalui perantaraan Kedy. Diduga Budhi telah menerima komitmen fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara, sekitar sejumlah Rp 2,1 Miliar.

Atas perbuatannya, Budhi dan Kedy KA disangkakan melanggar Pasal 12 i dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mahasiswa Asal Bogor Wafat Saat Jadi Imam Shalat
apahabar.com

Nasional

18 Nelayan Indonesia Ditangkap UPM Timor Leste
apahabar.com

Nasional

Direktur TV Didakwa Bobol BRI hingga Rp28,7 Miliar
apahabar.com

Nasional

Suara Misterius Juga Terdengar Meraung-raung di Langit Semarang
apahabar.com

Nasional

Kabar Gembira! BIN, Kemenkes dan Unair Percepat Uji Coba Obat Covid-19
Boikot

Nasional

Boikot Menggema, Ketahui Daftar Produk Israel di Indonesia
Abdee Slank

Nasional

Erick Ungkap Alasan Angkat Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom
apahabar.com

Nasional

Kementerian Ketenagakerjaan Alokasikan Bantuan Subsidi Upah Rp 37,7 triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com