Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru

- Apahabar.com     Rabu, 22 September 2021 - 12:40 WITA

Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru

Komunitas moge saat melintas di Jembatan Alalak Baru yang belum dibuka untuk umum. Foto-tangkapan layar

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah motor gede (moge) yang melintasi jembatan Alalak Baru pada Selasa (21/9) kemarin, mendapat kritik dari Pengamat Kebijakan Publik Ichwan Noor Chalik.

Saat ini jembatan lengkung pertama di Indonesia tersebut belum resmi dibuka untuk umum. Sebab, belum mengantongi sertifikat layak pakai dari Kementerian PUPR.

Namun yang Ichwan sayangkan, Jembatan Alalak Baru malah dibuka khusus untuk dilintasi komunitas moge. Seakan punya privilege alias hak istimewa.

Tidak hanya sampai di situ, keistimewaan para komunitas moge juga dinilai bertambah lantaran mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

“Aku tidak mengerti lah, kayanya tidak belajar dari kasus-kasus di Jakarta, apalagi kan itu dikawal polisi. Jadi moge ini seperti diberikan hak istimewa,” ucapnya kepada apahabar.com, Rabu (22/9).

Menurut Ichwan berdasar undang-undang, hanya ada tiga yang punya hak pengawalan oleh petugas. Yakni kepala negara, mobil ambulans dan pemadam kebakaran.

“Apakah karena mereka itu kalangan atas, kalo gitu berarti Indonesia ini hanya untuk orang kaya aja. Dalam UU 22/2009 aja sudah mengatur bahwa sarana-prasaran jalan itu untuk semua hak rakyat,” tegasnya.

Soal Jembatan Alalak Baru, Ichwan menekankan untuk sesegera mungkin dibuka secara umum.

Toh, misalkan memang belum mendapat sertifikat layak pakai dan belum diresmikan, mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin ini menegaskan agar tidak pilah-pilih.

“Kan belum diresmikan tuh, kalo mau dibuka ya buka aja sekalian. Tapi kalo belum dibuka, belum diresmikan, jangan diberikan prioritas untuk moge,” tegas Ichwan.

“Memang tidak boleh dibuka kalo tidak mengantongi sertifikat, tapi kenyataannya moge-moge itu bisa diberi lewat,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BM Rumah Zakat Kalsel Kunjungi apahabar.com
apahabar.com

Kalsel

Kembalikan Berkas ke PDIP, Nadjmi-Darmawan Jaya Ingin Berjodoh?
apahabar.com

Kalsel

Mobil Dinas Terjaring Razia Jalan Satu Arah Piere Tendean
apahabar.com

Kalsel

Anggaran Bantuan Sosial Bencana Kota Banjarmasin Bertambah di 2020

Kalsel

Masker Kain Disebut Tidak Aman, Kadinkes Kalsel Beri Sejumlah Catatan
apahabar.com

Kalsel

Siswa MAN 1 Tapin ‘Unjuk Gigi’ di Siring RTH Rantau Baru

Kalsel

Aksi Demo Tolak UU Omnibus Law di Banjarmasin, Polisi Adang Ratusan Massa
apahabar.com

Kalsel

Di Banjarmasin, Denda Tak Pakai Masker Masih di Angan-Angan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com