Gelar Aksi Saat Jokowi ke Banjarmasin, BEM Kalsel: Hanya Kebetulan Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa Kedok Perusahaan Pinjol Kotabaru Terbongkar: Nagihnya Pakai Ancaman, Kantor Jadi Tontonan

Kronologi Lengkap Penggeledahan KPK di Rumah Bupati HSU Abdul Wahid

- Apahabar.com     Minggu, 19 September 2021 - 21:05 WITA

Kronologi Lengkap Penggeledahan KPK di Rumah Bupati HSU Abdul Wahid

KPK terus melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati HSU Abdul Wahid hingga Minggu malam. Foto-apahabar.com/Amin

apahabar.com, AMUNTAI – Serangkaian penyidikan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca-operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sejak tadi malam operasi penggeledahan dilakukan Tim Satgasus KPK secara maraton.

Penggeledahan pasca-OTT, bermula di kediaman salah satu tersangka, Plt Dinas PU HSU Maliki (MK) di Sungai Malang, Amuntai Tengah sekitar pukul 21.00, Sabtu (18/9).

Bergeser ke siang sekitar pukul 13.00, Minggu (19/9), giliran rumah dinas Bupati HSU, Abdul Wahid diobok-obok tim lembaga antirasuah. Penggeledahan turut dibantu delapan personel Polres HSU.

“Sesuai dengan surat permintaan bantuan pengamanan dari KPK,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i.

Dari pantauan di lapangan, proses penggeledahan di rumah dinas Wahid masih berlangsung hingga pukul 19.00. Penjagaan ketat dilakukan. Pagar rumah di Jalan Norman Umar tampak ditutup rapat. Selain itu sepanjang pagar ditutup spanduk putih.

Menginjak malam, jilir-mudik petugas tanpa rompi KPK jadi pemandangan rutin dari rumah jabatan Bupati HSU.

Upaya mencari tahu keberadaan Wahid masih terus dilakukan awak media. Kendati demikian, diduga Wahid tengah berada di dalam rumah.

Pasalnya dari informasi yang dihimpun, Wahid sempat terlihat joging bersama keluargannya di lapangan Pahlawan Amuntai, pagi tadi. Operasi penggeledahan rumah dinas Wahid oleh KPK ini memantik rasa penasaran warga sekitar.

“Saat ini penggeledahan belum selesai dan masih di kediaman dengan KPK,” ujar Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan, dihubungi terpisah.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Malik (MK), Marhaini (MH), dan Fachriadi (FH) sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dua proyek rehabilitasi jaringan irigasi di HSU. Ketiganya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Dinas PU HSU pada Rabu (15/9) malam.

Dalam kasus ini KPK barang bukti duit Rp345 juta diduga fee sebagai pemulus lelang proyek yang diberikan Marhaini (MRH) selaku Direktur CV HAna Mas, dan Fachriadi (FH) Direktur CV Kalpataru kepada Malik (MK).

Ketiganya saat ini ditahan di rumah tahanan KPK Jakarta selama proses penyidikan selama 20 hari sejak ditetapkan sebagai tersangka.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Rumah Bupati HSU

Kalsel

Keluar dari Rumah Bupati HSU, Petugas KPK Bawa Dua Boks Putih
Polda Kalsel

Kalsel

Salut! Anggota Propam Polda Kalsel Bantu Urus Jenazah Warga Terlantar
apahabar.com

Kalsel

Satu Calon Jemaah Haji Batola Gagal Berangkat
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Dukung Rencana Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
apahabar.com

Kalsel

Bansos Harus Tepat Sasaran, Kodim 1002 Barabai Andalkan Babinsa
apahabar.com

Kalsel

Habar Terbaru Jemaah Travellindo di Tanah Suci: “Makanannya Nyaman Sesuai Lidah Orang Banjar”
apahabar.com

Kalsel

FKMKB Siap Gelar Dialog Publik Bersama Bapaslon Bupati Banjar
Biaya Meter Naik, Ibnu Sina Blakan PDAM Bandarmasih ‘Tekor’

Kalsel

Biaya Meter Naik, Ibnu Sina Blakblakan PDAM Bandarmasih Tekor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com