Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang OTT KPK di Amuntai HSU, Satgas Pinjam Ruang Polres Operasi Senyap KPK di Amuntai HSU, Polda Belum Pastikan

Kunjungan ke Banjarbaru, Mensos Risma Dibuat Geram

- Apahabar.com     Rabu, 15 September 2021 - 18:06 WITA

Kunjungan ke Banjarbaru, Mensos Risma Dibuat Geram

Kunjungan ke Banjarbaru, Mensos Risma dibuat geram. Foto-apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARBARU – Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini dibuat geram saat menyambangi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Banjarbaru, Rabu (15/9).

Pasalnya, Mensos Risma melihat mesin Electronic Data Capture (EDC) atau alat untuk menerima pembayaran rusak, bahkan sampai kasnya kosong.

Tidak selesai sampai di situ, Mensos Risma juga menyinggung penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tidak ditunda-tunda.

Dia menyebut agar pendistribusian dari bank di Kalsel dibubarkan. Hal ini lantaran penyaluran yang baru disalurkan setiap enam bulan karena kekosongan kas hingga kerusakan mesin EDC tersebut.

“Karena penerimanya jelas, tidak ada masalah dengan data, penerima manfaat jelas orangnya, alamatnya juga bisa dicari. Buktinya, sejak saya rapat pukul 07.30 sampai pukul 11.00 ini bisa dibagikan yang tidak bisa transaksi,” kata dia kepada para awak media, Rabu (15/9).

Menteri Risma juga mengakui menemukan permasalahan penyaluran bantuan untuk penerima manfaat yang tinggal di daerah terpencil.

Menurutnya, penyaluran bantuan dengan jarak tempuh hingga 15 jam tidak memungkinkan bagi penerima manfaat untuk mengambil bansos tersebut.

“Karena itu kita putuskan bahwa bank yang akan menyerahkan bantuan ke tempat penerima manfaat. Bukan penerima manfaat yang datang. Nanti bentuknya tunai, tidak perlu ke ATM,” tegasnya.

Selain itu, mantan Wali Kota Surabaya ini berjanji akan membicarakan dengan Gubernur Kalsel tentang masyarakat yang ada di daerah terpencil agar ditetapkan menjadi komunitas adat terpencil. Sehingga nantinya Kemensos dapat membuat treatment berbeda dengan daerah lain.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarbaru

PTM Terbatas di Banjarbaru Tergantung Verifikasi Satgas Covid-19
Ilustrasi. Foto-Istimewa

Banjarbaru

Cempaka Banjarbaru Masih Dihantui Banjir, Ini Skema Antisipasinya
RS Idaman

Banjarbaru

Idaman Penuh, Wali Kota Banjarbaru Minta RS Swasta Siap Tangani Covid-19

Banjarbaru

Baksos Alumni Akpol 2000, Polres Banjarbaru Bagikan Ribuan Sembako ke Masyarakat Terdampak
Kalsel

Banjarbaru

BMKG Banjarbaru: 25 Persen Wilayah Kalsel Masuk Musim Kemarau

Banjarbaru

RSD Idaman Penuh, Berikut RS di Banjarbaru yang Siap Melayani Pasien Covid-19

Banjarbaru

Fakta Baru, Penghalang Ambulans Al-Jihad di Banjarbaru Diduga Tak Hanya Mabuk
PPKM Banjarbaru

Banjarbaru

Soal Larangan Buka Puasa Bersama, Wali Kota Banjarbaru Masih Tunggu Instruksi Pusat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com