Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Masterplan Beres, Pembangunan Fisik Ibu Kota Baru Masih Tunggu UU IKN

- Apahabar.com     Jumat, 3 September 2021 - 22:15 WITA

Masterplan Beres, Pembangunan Fisik Ibu Kota Baru Masih Tunggu UU IKN

Pradesain istana negara di Ibu Kota Negara (IKN) baru. Foto-Instagram@jokowi

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah menuntaskan masterplan pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) atau ibu kota baru di Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kendati begitu, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S Prawiradinata menyampaikan, pembangunan fisik ibu kota baru belum bisa dikerjakan sebelum Undang-Undang atau UU Ibu Kota Negara yang kini masih berbentuk RUU IKN terbit.

“Semua pembangunan fisik di ibu kota negara akan dimulai dengan harus nunggu UU IKN,” kata Rudy,kutip Liputan6.com, Jumat (3/9).

Rudy menyampaikan, masterplan proyek ibu kota baru kini sudah selesai, dan tinggal dilakukan penyesuaian dengan tata ruang yang ada di lapangan.

Disebutkan Rudy, pendetilan dari desain ibu kota baru milik juara 1 sayembara yang disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih harus dipersiapkan lagi.

“Site plant-nya bagaimana, land development-nya seperti apa, karena kan di sana lokasinya berbukit. Itu yang lagi dipersiapkan teman-teman PUPR,” ujar Rudy.

“Kemudian kan yang pasti sudah disiapin kan akses. Pak Jokowi juga kemarin kan sudah lihat. Lalu beberapa kebutuhan air bersih juga sedang disiapkan.

Awalnya untuk memenuhi air bersih di Balikpapan, tapi bisa untuk Ibu Kota Negara,” tandasnya.

Ibu Kota Baru Keinginan Bersama

Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menanggapi lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) atau ibu kota baru. Ia menilai lamanya durasi tersebut sebagai hal yang wajar.

Bahkan, Misbakhun mengatakan rencana perpindahan tersebut perlu dilanjutkan karena hal itu adalah keinginan bersama. Ia juga mengatakan adanya ibu kota baru tersebut tak menjadikan DKI Jakarta sebagai kota yang terlantar.

“Kan ibu kota negara itu kan keinginan bersama, dan ini sekarang jadi harapan karena nanti akan ada ibu kota pemerintahan, ada ibu kota ekonomi. Jakarta tak akan kehilangan sebagai kota besar pengendali kegiatan ekonomi,” katanya.

Misbakhun mengambil contoh dari beberapa negara maju yang juga menerapkan hal yang sama dengan adanya dua pusat. Ia mencontohkan Washington DC yang menjadi ibu kota pemerintahan sementara New York sebagai ibu kota ekonomi Amerika Serikat.

Ia juga melihat bagaimana Sydney mampu jadi ibu kota ekonomi sementara Canberra menjadi ibu kota pemerintahan Australia. “Di banyak negara itu terjadi, kita jangan terlalu mengkhawatirkan, kita jangan terlalu mempertentangkan situasi ini berlanjut atau tidak,” katanya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Titi Wati Berbobot 350 Kg, Bakal Dibedah Dokter RS Udayana
apahabar.com

Nasional

Haul ke-50 Bung Karno, Hipmi Dorong Pengusaha Peduli Sejarah
apahabar.com

Nasional

Tanggapan Walhi Kalsel, Debat Capres 2019 Tak Sentuh Akar Masalah
apahabar.com

Nasional

Dewan Pers Segara Temui Kapolri Bahas Kekerasan Terhadap Wartawan
apahabar.com

Nasional

Nasib Pesawat Buatan BJ Habibie, Tempuh Jalur Darat Lintasi Jalan Tol
apahabar.com

Nasional

Jenazah Putri Kedua Aa Jimmy Akhirnya Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Hina Moeldoko, Pemilik Akun Facebook di Jakarta Ditangkap Bareskrim

Nasional

Kapolri Pastikan Izin Liga 1 Segera Terbit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com